AES273 _esfj
Ketertiban adalah yang utama. Setiap orang mengisi peran, melaksanakan fungsi, dan menunaikan tanggung jawabnya dengan baik. Termasuk saling membantu dan menghargai satu sama lain, jadi kalau ada yang tidak mampu ya dibantu. Kalau ada yang menghina, baiklah diberikan penyadaran segera.
Tidak ada cara lain yang lebih baik daripada cara yang telah ada sebelumnya dan masih bertahan sampai saat ini. Terbukti, yang bertahan adalah yang dibutuhkan. Aturan adalah keniscayaan. Walaupun selalu ada penyesuaian, dalam menyesuaikan pun ada aturannya juga kan.
Eits, tidak sekaku itulah aku. Hal yang menyenangkanku sebenarnya adalah pemikiran-pemikiran spontan dan impulsif. Memang seringkali jadi terkesan kontradiktif. Padahal itu hanyalah paradoks. Yah, itulah olahan internalku. Bagaimana yang spontan dan impulsif itu terjadi dalam koridor yang terkendali.
Makanya, yang kubutuhkan adalah kepastian dan kejelasan dari hasil penelitian. Baik olehku sendiri ataupun orang lain, yang penting ada dasar penelitian yang valid. Kejelasan ini, selain menenangkan juga menyenangkan. Ketertiban itu kan soal kelayakan, istilah kerennya common sense.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

