AtomicEssay

AES285 War & Peace

Andy Sutiosopenulis arsip2

Judul di atas ini adalah judul buku legend, karya Leo Tolstoy. Saya pernah liat buku ini di rak buku milik ayah saya, tapi saya sendiri belum pernah membacanya. Kenapa muncul topik ini di sini, tentunya teman-teman tahu ya. Karena beberapa hari terakhir Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tolstoy sendiri setau saya orang Rusia. Jadi saya penasaran juga bagaimana pemikiran orang-orang Rusia terhadap perang dan damai. Suatu waktu memang buku ini perlu dibaca. 

Obrolan saat makan malam kemarin antara kami dan Rico membahas tentang ini. Seperti beberapa posting Rico terakhir ini tampaknya perhatian @Rico sedang berpindah ke sana. Salah satunya ini, yang judulnya War. Oh iya, seingat saya jauh sebelum ada teman KPB @haegenquinston juga yang sempat membuat tulisan tentang Perang Korea. Silakan klik tautan untuk mempelajarinya. 

Hari Natal kemarin saya sempat menulis esai juga yang nyambung tentang ini, judulnya Damai di Bumi, Damai di Hati. Semua orang berpikir, Putin ini ngapain sih? Ada apa di pikirannya dalam situasi dunia seperti ini sedang berhadapan dengan pandemi malah menginisiasi perang, menginvasi negara lain. Memang politik itu rumit. Namanya juga politik, pasti di belakangnya ada hasrat untuk menguasai sesuatu - apapun itu bentuknya. Tapi kembali ke judul tulisan tadi, kalau manusia merasakan damai di dalam dirinya, tidak akan muncul hasrat untuk merusak kedamaian yang ada di sekitarnya. Jadi sebetulnya judul esai saya itu terbalik, mestinya Damai di Hati, Damai di Bumi. Karena segala sesuatu muncul dari dalam diri manusia. Apa yang ada di luarnya adalah cerminan dari dalam diri manusianya. 

Nyambung lagi seperti apa yang disampaikan abah Iwan tentang lingkungan hidup yang sekarang begitu rusak. Apa yang terjadi dan kita lihat di alam sekitar kita adalah cerminan alam batin manusianya. Entah apa yang bisa dilakukan untuk situasi yang terjadi di sana, semoga kebaikan dan kebenaran menjadi pemenangnya. Semoga umat manusia belajar dari apa yang terjadi jauh di sana, jauh dari kita. Bagaimanapun apapun yang terjadi dalam alam peradaban manusia hari ini adalah cermin bagi kita umat manusia hari ini. Salam damai.     

Photo by Matti from Pexels

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES278 War

"I know not with what weapons World War III will be fought, but World War IV will be fought with sticks and stones". -Albert Einstein Earlier today, Russia moved troops into Ukraine in an aggressive military operation that can only be described as an invasion. Plenty of cities including the capital…

Rico21
AtomicEssay

AES887 Berkata Cukup

Sejak beberapa hari lalu, kita dihadapkan dengan kejadian yang mengiris perasaan. Ratusan korban jiwa akibat banjir, ribuan rumah, kerusakan tak terhitung akibat banjir besar di Sumatera. Detailnya tidak perlu dituliskan di sini, skalanya tidak terbayangkan. Mengingat bencana tsunami yang pernah me…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES861 Menyempitnya Ruang Sakral Kehidupan

Hmm, tetiba terlintas untuk menulis tentang ini. Gegara Sabtu lalu saya menghadiri pernikahan anak teman SMA saya. Upacaranya bagus banget, khidmat, khotbahnya menarik dan banyak mengajak refleksi diri terhadap proses saya berkeluarga selama ini. Khidmat, sakral, itu yang terasa, didukung oleh lagu…

Andy Sutioso20