AtomicEssay

AES29 Kucing, Burung dan Laba-laba

wulan bubuypenulis arsip3

Seorang teman pernah bercerita mengenai kucing-kucing yang terpaksa tidak mendapatkan supply makanan karena satu dan lain hal. Kucing itu terdiri dari induk dan anak-anaknya yang masih kecil sehingga belum bisa mencari makan sendiri. Hal menakjubkan terjadi di hari itu, seekor anak burung yang sedang belajar terbang tiba-tiba saja jatuh tepat tak jauh dari keberadaan keluarga kucing. Masyaa Allah, sejenak aku teringat pada sebuah potongan ayat yang menyatakan tidak satu hewan pun yang bergerak di atas bumi yang tidak dijamin rejekinya. Persis seperti cerita burung dan kucing tadi. Tidak ada pohon tinggi disitu, lalu seekor burung ditakdirkan terbang dan terjatuh, betul-betul bukan sebuah kebetulan. Semua sudah diaturkan melalui gerak semesta. 

Lalu pagi hari tadi aku menemani anakku bebarengan, kami menceritakan pengalaman berkegiatan bersama di hari sabtu-minggu. Qadarullah hari sabtu hujan hampir di sepanjang hari dan kami pun memilih untuk berjalan kaki di hari minggu pagi selama kurang lebih satu jam. Rutenya masih sama seperti biasa yang kami lakukan jika sedang ingin berjalan kaki. Di perjalanan itu hampir selalu kami temui kucing-kucing berkeliaran. Terlintas lagi cerita temanku dan aku memikirkan mungkin sesekali kami bisa membawakan makanan bagi kucing-kucing liar ini meski pengetahuanku tentang hewan-hewan tak banyak. Hanya sekedar terlintas bahwa memberi makan/minum pada makhluk bernyawa itu pasti akan memberiku kesempatan mengenal sekitarku dengan lebih dekat, setidaknya untuk kembali belajar menjadi manusia. 

"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia;...." (3:191)

Dan sekarang tepat diluar sana telingaku akrab dengan suara gericik hujan, cakap dua orang lelaki di teras dan seekor laba-laba tepat di atas kolam. Baru saja aku menyadari kehadirannya, sungguh tak pernah ada yang sia-sia, juga tak pernah ada yang kebetulan. 

Komentar (1)

Andy Sutioso

Keren...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES223 Mengenal Diri, Kenapa Sulit?

Hari ini mendapatkan pesan WA dari seorang kakak Smipa yang telah selesai berproses di semester pertamanya di Semi Palar. Saya tidak akan menuliskan apa yang disampaikannya, tapi intinya, satu semester ini adalah penggalan waktu yang penuh keajaiban, karena dalam prosesnya ia merasa dibawa dan mend…

Andy Sutioso60
AtomicEssay

AES145 Literasi Diri

Tulisan saya yang kemarin bicara tentang menyederhanakan - yang kemudian berujung tentang memahami esensi tentang sesuatu. Dalam perjalanan Semi Palar di usianya yang ke 17, sepertinya kita juga kembali menyentuh sesuatu yang cukup esensial. Di awal guliran TP17, kakak Smipa mendiskusikan bersama t…

Andy Sutioso60
AtomicEssay

AES45 Bunga

Biasanya, setiap sore aku akan keluar rumah dan diam di daerah halaman dan garasi mobil. Di jam segitu, mobil-mobil mulai berlalu lalang jadi aku harus menjaga kucing-kucingku. Pada sekitaran jam itu pun biasanya aku sudah mulai santai. Hari ini pun aku melakukan hal yang sama. Aku memiliki satu ku…

Kirana Kasih40