AES296 Pesan Dalai Lama

Beberapa waktu lalu saya menerima surat dari Dalai Lama... Ya betul, saya mendapatkan email dari lembaga yang dipayungi oleh Dalai Lama - yang saya ikuti Newsletternya. Surat ini memang ditanda-tangani oleh Dalai Lama, pemimpin Spiritual Tibet yang nama aslinya adalah Tenzin Gyatso. Saat ini beliau adalah Dalai Lama yang ke 14. Salah satu sosok yang saya kagumi - dan saya sering dengarkan pesan-pesannya. Surat beliau saya tempatkan di bawah ini.

Kenapa surat ini jadi spesial, karena ternyata beliau menggaris bawahi apa yang sedang kita jadikan wacana di Semi Palar, terkait pengenalan dan pengelolaan diri. Sisi dalam manusia yang nyaris tidak disentuh di dalam proses belajar di sekolah.
Kalimatnya di alinea ke empat saya kutip ulang di sini :
"My hope is that a time will soon come when inner values such as love, compassion, justice and forgiveness will be part of the curriculum of all schools. Just as we teach children to observe physical hygiene for ifs benefits to our health, we must teach them emotional hygiene for their happiness and peace of mind."
Sisi dalam kedirian manusia - seperti yang diistilahkan Dalai Lama sebagai emotional hygiene harus jadi perhatian kita dalam proses pendidikan anak-anak kita. Lebih jauh perlu dijadikan bagian dari kurikulum semua sekolah.
Hal ini jadi keyakinan yang sama bagi kita semua di Semi Palar. Dalam situasi peradaban yang semakin tak menentu, kami yakin bahwa hal ini yang perlu jadi titik perhatian. Semoga dalam beberapa waktu ke depan, kita semua semakin memahami bagaimana melakukannya.
gambar dari duniatempo.co
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES541 Temu-Bincang dengan Sekolah Mangunan
Tahun 2014 saya berkesempatan mampir ke Sekolah Mangunan, sekolah yang didirikan oleh almarhum Romo Mangun. Seorang tokoh yang saya sangat kagumi. Saya kenal nama beliau sejak di bangku kuliah - saat belajar tentang arsitektur dan sempat membaca bukunya yang berjudul Wastucitra. Seingat saya kami d…

AES409 JurnalSumba#8 | Isko
Saya berkesempatan untuk berinteraksi cukup dekat - selama kurang lebih empat puluh lima menit dengan satu orang siswa SD Bali Loura yang bernama Isko. Isko adalah siswa kelas V. Saya berjumpa dengan dia di saung bambu. Salah satu tempat sederhana, saung di halaman SD Bali Loura, tempat di mana bia…

AES404 Jumpa Bermakna : Suster Mathilde
Tulisan ini masih terkait dengan #JurnalSumba yang sebelumnya dan esai lain yang akan saya tuliskan. Salah satu perjumpaan saya dengan Suster Mathilde yang menjadi pembuka jalan sampainya saya ke tanah Sumba. Pertama kali saya berjumpa dengan Suster Mathilde kira-kira sudah 4 tahun yang lalu. Waktu…
Andy Sutioso110