AES30 Samuel Tarkenton Pt.1
Samuel Tarkenton, seorang pria yang dilahirkan dari keluarga serigala anthropomorfik, dilahirkan dari sebuah keluarga kelas menengah, hidupnya terlihat seakan biasa saja, hingga Samuel mengetahui pamannya, seorang Tarkenton, sebuah nama yang terdapat di Samuel sendiri, ia hanya mengenalnya sebatas sebeberapa terkenal dan influential pamannya dalam dunia politik, seni, olahraga dan teknologi, tanpa mengetahui rahasia-rahasia yang dimiliki nama “Tarkenton”. Realita mulai menimpa Samuel sejak ia menginjak umur 18 tahun, tepat saat ia diajak bermain dengan temannya, Alessia, dimana temannya dibunuh oleh orang-orang berpakaian jas hitam dan abu, tepat saat temannya mati Samuel marah karena mereka membunuh temannya sejak masa kecil, Samuel mengejar mobil tersebut dan menarik salah satu tangan pembunuhnya, hingga pistol yang digenggamnya jatuh di tangan Samuel, menembaki mobil tersebut hingga salah satu peluru menyasar dan mengenai roda, mobil tersebut terguling dan menabrak tiang listrik, menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.
Samuel hanya bisa berdiam saja sambil menatap sedih temannya, ia langsung membawanya ke sebuah klinik, sayangnya Alessia sudah kehabisan darah, kata-kata akhir darinya hanyalah sebuah ucapan terima kasih. Tepat siang hari itu, datanglah 2 mobil sedan berwarna abu, 6 pria berkacamata hitam datang dan memberinya sebuah ucapan terima kasih, “Terima kasih nak, kamu sudah membalaskan dendam anak perempuan boss”, ucap salah satu pria jas abu, Samuel langsung dibawa ke dalam sedan abu. Mobil yang ditumpangi Samuel membawanya ke sebuah rumah kuno berarsitektur “artdeco”, Samuel dibawa ke dalam rumah tersebut, dimana ia bertemu dengan seorang pria berumur 65 tahun, mukanya terlihat serius dan garang, tetapi mukanya terlihat ramah. Samuel diminta untuk memberikan namanya, saat ia menyebutkan Tarkenton, semua muka orang-orang di ruangan tersebut terkejut dan merasa takut, pria tua yang menanyakan Samuel mengenalkan dirinya sebagai ayah dari Alessia.
Tulisan ini akan digunakan di proyek mandiri komik digital K11 Bintang
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00