AES315 Adaptif

Adaptif... Ini adalah satu kata kunci yang muncul dari diskusi bersama kakak-kakak Smipa di dalam salah satu sesi Hari Belajar Literasi Diri. Konteksnya apa? Perubahan. Ya, perubahan. Saat ini perubahan terjadi begitu cepat - sampai muncul istilah Disrupsi. Kenapa disruptif - karena perubahan ini sampai menimbulkan goncangan - mengganggu kesetimbangan.
Padahal alam semesta ini hakikatnya adalah perubahan. Yang menjadi tantangan adalah ritme perubahan yang sudah tidak lagi alamiah. Semesta punya ritmenya sendiri yang tidak pernah berubah dari sejak segala sesuatu tercipta. Yang bikin kacau memang manusia yang dengan segala ego dan kemampuannya melepaskan diri dari koneksinya dengan alam. Tapi ya hal itu sudah terjadi - dan hanya ada satu hal yang mengembalikannya : kesadaran.
Adaptif bicara tentang kemampuan beradaptasi, tapi adaptasi bukan berarti sekedar mengikuti perubahan atau bahkan terbawa arus, adaptif adalah kemampuan untuk merespon perubahan. Respon berpijak pada kesadaran. Kalau kita terbawa arus, kita hanya bisa sekedar mengikuti ke mana arah perubahan membawa kita. Kita tidak lagi punya kendali atas hal tersebut. Adaptif punya konotasi yang berbeda, di mana kesadaran manusianya berperan untuk menjawab / merespon perubahan yang terjadi.
Dalam proses perubahan yang semakin lama semakin cepat - beradaptasi juga semakin sulit. Tapi bukan tidak mungkin. Lebih jauh lagi dalam konteks pendidikan, keterampilan anak-anak merespon perubahan - adaptif terhadap perubahan menjadi semakin penting. Kalau tidak anak-anak kita hanya akan terlanda arus perubahan jaman. Di Semi Palar hal ini sudah digaris bawahi melalui penjabaran konsep Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Mudah-mudahan dari esai pendek ini, kita semua lebih memahami pentingnya membangun kesadaran anak-anak melalui Literasi Diri dan Literasi Semesta. Jauh lebih penting daripada sekedar mendapatkan pengetahuan yang selama ini dijadikan materi kurikulum pendidikan di banyak sekolah. Mari mengubah paradigma kita - supaya kita semua lebih adaptif di dalam turbulensi perubahan yang terjadi dan akan semakin kuat terjadi.
Photo by Mikael Blomkvist on Pexels
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES919 Menuju Tata Dunia Baru
Hmm, tulisan ini adalah bagian dari upaya saya memahami apa sedang terjadi di skala global. Semacam literasi semesta dalam skala global. Berusaha memahami dinamika yang sesungguhnya terjadi di dunia yang sedang karut marut ini. Detailnya tidak usah diceritakan ya. Ruwet mbelibet mbanget. Dan konyol…

AES898 A Silent Transition
Alam semesta tidak pernah berubah - selalu bergerak, sejak titik awal penciptaan sampai hari ini. Milyaran tahun berjalan sampai membawa segala sesuatu berada di titik kita hari ini. Ada enerji besar dan kesadaran universal yang membawa kita ke sini. Entah sudah berapa siklus semesta, besar dan kec…

AES842 Menantikan 17+8 di tahun 2025
Hari ini hari yang bakalan bersejarah bagi bangsa dan negara Indonesia. Dalam lingkup yang sangat makro, siklus kesemestaan, ini juga akan jadi menarik apakah memang secara kolektif kita semua sebagai bangsa akan beralih ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi - seperti yang kita coba pahami akhir-a…
