AES326 Melampaui Saus Keju
Katanya perlu membedakan mana keinginan mana kebutuhan. Rasanya, itu tidak perlu. Bahkan keinginan berdasarkan pada kebutuhan dan kebutuhan pun berlandaskan keinginan. Kalau lapar rasanya ingin makan, kalau kebelet rasanya ingin buang.
Kalau badan kurang nutrisi butuh asupan makanan, ingin ayam goreng pedas bersaus keju. Kalau seperti ini dengan membedakan mana keinginan mana kebutuhan, pembatasnya adalah dana. Jadi keingat kata jawaban Diogenes saat ditanya kapan saat terbaik untuk makan.
Ia menjawab, "Untuk orang kaya, saat ia mau. Untuk orang miskin, saat dia mampu." Pembatasnya adalah daya, semampu apa ia memenuhi kebutuhannya tercermin dari keinginannya. Oh ternyata, hanya mampu beli satu potong ayam goreng pedas saus keju. Baiklah, ingin yang itu saja.
Keinginan dan kebutuhan adalah satu koin berbeda sisi saja. Koin itu namanya kemampuan. Daya. Dana. Kemampuan. Melampaui keinginan dan kebutuhan, melampaui kemampuan, adalah yang istilahnya kemenikmatian. If we enjoy it, we need it very little.
Sepotong ayam goreng pedas saus keju menjadi sangat memuaskan ketika setiap gigitannya dinikmati semampunya. Di sisi lain, menjadi sangat menggelisahkan ketika setiap gigitannya dimaklum-maklumi ketidak mampuan membeli lima potong.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

