AES331 Jernih

Sore tadi saya mengemudi dari daerah Dago menuju ke daerah Bandung Utara. Seperti biasa setiap minggu keluarga kami kumpul untuk saling menyapa dan makan malam bersama. Sebuah tradisi yang semakin menguat di masa pandemi ini. Ya memang pandemi ini punya kebaikannya tersendiri juga.
Tapi tulisan ini bukan tentang kumpul keluarga itu. Saya mau menulis tentang betapa cara pandang / sudut pandang kita begitu penting saat memandang segala sesuatu. Perjalanan tadi cukup panjang karena hujan turun cukup deras - awalnya. Di daerah Sukajadi atas, hujan berubah menjadi sangat deras - dan air hujan di kaca mobil membuat pandangan jadi sangat terbatas. Apalagi hari mulai menjelang malam - menuju jam enam sore. Otomatis sulit melihat ke jalanan dan lalu lintas di sekitar kita. Wiper menyala, lampu kendaraanpun dinyalakan, tapi tidak banyak membantu. Pasalnya kaca mobil saya sudah lama tidak dibersihkan. Jadi minyak dan kerak air hujan yang menempel di kaca mobil membuat air hujan lebih menempel ke kaca mobil saya. Belum lagi karet wiper yang sudah agak lama membuat karetnya sudah tidak terlalu bersih membersihkan air hujan yang jatuh ke atas kaca depan mobil saya - dan ini memperburuk situasi. Akibatnya saya tidak bisa mengemudikan kendaraan terlalu cepat supaya aman. Saya ingat ketika saya mengganti karet wiper saya dengan karet wiper yang baru. Saya juga membersihkan kaca mobil saya. Walaupun hujan turun, air hujan yang menerpa tidak banyak mengganggu. Saya bisa lebih nyaman mengemudikan mobil saya karena tidak ada yang menghalangi pandangan saya ke depan. Pandangan saya jernih dan saya tahu persis apa yang ada di hadapan.
Dalam hidup sama juga. Kalau cara pandang kita terhalang sesuatu, kita tidak bisa punya kesimpulan / amatan yang baik tentang situasi yang ada. Akibatnya kita juga bisa mengambil kesimpulan yang salah. Kalau kacamata kita kotor, segala sesuatu yang kita lihat melalui kacamata tersebut pasti tidak jelas juga. Kalau kita pakai kacamata dengan lensa warna kuning - tentunya segala sesuatu yang kita lihat jadi berwarna kuning - dan kita mengambil kesimpulan yang salah karena apa yang kita amati tersebut terhalang lensa yang tidak jernih. Jadi kejernihan pandangan dan pemikiran memang luar biasa penting.
Photo by Erik Mclean: https://www.pexels.com/photo/modern-car-with-luminous-dashboard-parked-in-old-town-at-night-5962472/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES795 Sacred Geometry
Bagaimana keterkaitan matematika dengan kehidupan, dengan alam semesta, dengan penciptaan, dengan spiritualitas? Hal inilah sejauh yang kita alami tidak pernah dibahas atau dipelajari - setidaknya dikenalkan saat di berbagai ruang pendidikan. Saat ini pelajaran terkait angka dan logika dikenalkan l…

AES493 Menyoal Jurusan IPA dan IPS
Pertama-tama, sebetulnya topik bahasan ini sudah tidak lagi relevan, karena Kurikulum Merdeka di jenjang SMA sudah beranjak meninggalkan pendekatan di atas ini - spesifiknya jurusan IPA dan IPS. Dulu sempat ada juga jurusan Bahasa - dan sudah terlebih dahulu dihilangkan. Entah kenapa, mungkin karen…

AES451 Paska Rapotan
Tidak bisa dipungkiri, proses merapot di Semi Palar memang proses yang berat, kompleks dan tidak mudah. Karena pijakannya pendidikan holistik, konsekuensi logisnya adalah kita perlu berhadapan dengan kompleksitas anak-anak kita sebagai manusia yang sedang bertumbuh kembang, berproses menjadi manusi…
