AES339 Keras

Pada wadah segelas, seratus butir kerikil akan terasa lebih keras daripada sepuluh. Bisa jadi, keras itu soal kepadatan saja.
Keras kepala, karena padatnya butiran kepikiran. Kerasnya hati, karena padatnya butiran keseharusnyaan. Kerasnya kemauan, karena padatnya butiran perkataan.
Mengubah kepikiran jadi pemikiran, perlu meluaskan pikiran. Mengubah keseharusnyaan jadi kesesuaian, perlu meluaskan perhatian. Mengubah perkataan jadi pernyataan, perlu meluaskan kemampuan.
Keras adalah awalan dari lembut dan lembut hadir sebelum keras. Mengeraskan diri dengan padat mengisi. Melembutkannya dengan mengembangkan diri, bukan dengan membuang isinya.
Segelas terisi sepuluh kerikil terasa lembut, semakin terisi hingga seratus terasa keras. Melembutkannya bukan dengan membuang kerikil, justru dengan mengganti wadah gelas jadi toples yang lebih besar. Dengan demikian, seribu kerikil pun adalah kelembutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

