AtomicEssay

AES36 Rumah Kayu

reginamirdanpenulis arsip2

Salah satu cita-citaku adalah hidup disebuah rumah kecil yang hangat, yang bisa mendengarkan surara buruh saat pagi dan suara hujan saat sore. Aku membayangkan bagaimana nikmatnya menyeruput kopi di sore hari yang hujan dalam sebuah rumah kayu yang hangat dan nyaman.

Aku pernah mencoba hidup dibeberapa kota yang berbeda dengan budaya dan situasi yang berbeda, dan menurutku tinggal di desa adalah pilihan terbaik, jauh dari hiruk pikuk kota yang menuntut dan terlalu kompetitif menurutku. Aku mengidamkan slow living, tinggal di sebuah desa dalam sebuah rumah kayu yang dikelilingi oleh pohon-pohon hijau dan kebun yang bisa aku panen saat tiba waktunya. Hariku akan disibukan dengan membersihkan rumah, berkebun dan memasak.

Bisa ku bayangkan saat pagi aku membuka mata aku akan dibangunkan oleh kicauan burung, lalu aku akan beranjak dari tempat tidurku dan menghirup udara segar, melakukan beberapa peregangan lalu membuat kopi sebagai tanda hari dimulai. Aku akan duduk di sebuah kursi kayu yang basah bekas hujan semalam, sambil menikmati kopi aku akan melihat pohon-pohon yang bergerak karna angin sambil memperhatikan matahari perlahan mulai naik. Saat kopiku selesai aku akan pergi ke kebunku dan mengambil beberapa bahan yang bisa kuolah menjadi sarapanku, lalu aku beranjak ke dapur dan membuat sarapan mudah. Saat perutku sudah terisi mungkin aku akan kembali lagi ke kebun untuk menanam beberapa tanaman atau sekedar membersihkan dan merawat tanawanku, saat matahari sudah diatas kepalaku aku akan masuk dan membersihkan diri.

Tidur siang tentu akan masuk dalam agendaku. Saat sore datang, hujan mulai turun dan aku menyeduh kopiku lagi, menuju jam lima sore aku akan melihat langit mulai berubah menjadi jingga. Sebuah buku akan ada ditanganku walaupun aku lebih memilih melihat ke langit daripada membaca buku di tangaku. Lalu malam akan datang dan aku memasak lagi, makan hidangan yang kubuat sambil menonton beberapa video yang terasa menarik. Dan akhirnya aku menutup hariku dengan mencuci muka dan bersiap untuk tidur.

Bayangkan betapa syahdunya moment-moment yang akan kujalani sebagai hariku…

photo from pinterest

Komentar (2)

Andy Sutioso

kok sama cita-citanya...

joefelus

wah ada anggota baru pencinta desa nih, kak Andy :)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 171 Small Things

Masih 3 jam lagi di kantor dan saya harus berjuang melawan kebosanan dan rasa kantuk. Menyerah adalah kata yang terakhir yang saya pilih tapi tubuh sepertinya berkata lain, beberapa kali saya doze off, maaf saya belum berhasil menemukan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia. Saya hampir menyerah,…

joefelus44
AtomicEssay

AES115 Efisiensi

Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES114 Berjalan Lebih Jauh

Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

reginamirdan10