AES#36 Tujuan HIdup
Hari ini K12 melakukan diskusi rutin, dan tema diskusi hari ini adalah mengenai tujuan hidup. Pertanyaan yang didiskusikan hari ini terlontar dari Denzel dengan pertanyaan apa tujuan hidup kebanyakan orang. Diskusi ini berjalan cukup seru.Sebelum diskusi ini, saat K11 aku sempat berdiskusi juga dengan Kak Leo mengenai hal ini. Tentang tujuan hidup dan beberapa ilmu filsafat yang saling berkaitan. Waktu itu kebetulan aku sedang membaca beberapa buku mengenai filsafat dan memutuskan untuk mendiskusikan ilmu tersebut.
Waktu itu aku sempat berdiskusi mengenai filosofi stoisisme, nihilisme dan sedikit megenai anarkisme. Berawal dari buku filosofi teras yang aku baca kemudian aku mencari tahu mengenai ilmu filsafat lainnya dan yang menarik perhatianku selanjutnya adalah filosofi nihilisme. Dua hal baru ini , menurutku sangat menarik walau aku baru mempelajarinya sebentar.
Ilmu stoisisme adalah ilmu yang mempercayai bahwa ada hal yang bisa kita kontrol dan tidak bisa kita kontrol dalam kehidupan. Ilmu ini percaya bahwa dunia memang begitu adanya dan yang bisa kita kontrol hanyalah pemikiran dan sikap kita. Sisanya ada di luar kendali kita.
Sedangkan nihilisme berarti semuanya nihil, nol, dan gak bermakna. Contoh kasus nihilisme misalnya orang yang menganut nihilisme, adalah saat sukses biasanya ga akan terlalu senang atau bangga berlebihan karena dia tahu bahwa kesuksesan adalah aspek keseimbangan, dimana nanti juga dia akan bangkrut.
Sampai saat ini, aku masih mencari tahu mengenai kedua hal ini. Awalnya aku pikir segala yang berhubungan dengan filsafat pasti sulit dan membingungkan tapi ternyata ga semuanya memusingkan sih.. Ternyata seru mendalami ilmu-ilmu lama yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Karena ilmu ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari hanya terkadang sulit untuk menerapkannya.
Kembali lagi ke saat diskusi bersama kelas pagi hari ini. Menurutku sendiri, tujuan hidup seseorang pasti berbeda-beda, dengan pengalaman hidup yang dijalaninya, latar belakangnya dan faktor lainnya. Hal itu juga yang akhirnya membentuk kita menjadi pribadi yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyamakan tujuan hidup kita atau bahkan menerapkan kriteria masa depan yang ideal misalnya menurut kita, kepada orang lain.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES329 Wondering
Sometimes people go through life wondering what they're here for or who we are supposed to spend our lives with or even what we will do when we get older. I know I ask myself those questions all the time, But why spend life wondering or asking questions? Life is too short to live wondering why or w…

AES37 Stoicism
Senin, kata senin sepertinya terdengar menyeramkan bagi beberapa orang. Akupun pernah mengalami masa dimana aku membeci hari senin, bahkan setiap teringat besok adalah hari senin aku menjadi murung dan tidak semangat. Namun aku sadar bahwa membenci hari senin seperti membenci realita yang ada, baga…

AES72 What Do I Desire?
I recently found this lecture by Alan Watts and I found it to be very inspiring. What do you desire? What makes you itch? What sort of a situation would you like? I do this often in vocational guidance for students, they come to me and say “Well, um, we’re getting out of college soon and we haven’t…

