AES361 Ada Tidak

Apa yang disangkal kalau tidak ada yang disangkal, demikianlah penyangkalan adalah pengakuan keberadaan yang paling maksimal. Kamu lapar? Enggak, hanya ingin makan saja. Gak lapar koq.
Beda dengan; Kamu lapar? Belum sih. Tipis ya, setipis kesadaran. Sesadar napas, baru inget setelah baca kata “napas” barusan. Hhmmfffppp… Hhhhhhh… hhmmfffpp… hhhhhhhh… Duh, jadi lapar.
Makan. Kepedesan. Keringatan. Ditanya, “Keringatan gitu, kepedesan?”
”Enggak, gak tau kenapa ini keringatan.”
”Kepedesan sepertinya.”
”Ah, masa iya. Dulu-dulu segini gak kepedesan.”
Yah, kadang kala (atau seringkali ya) , penyangkalan terkental bukan soal meniadakan yang sekarang. Terlalu lekat dengan yang sebelum-sebelumnya saja.
Yang tidak ada itu kan sebenarnya sudah sesuai dengan namanya: tidak ada. Jadi gausah disangkal lagi, malah jadi ada.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…


