AES363 Menerapkan Bijaksana

Menerapkan kebijaksanaan pada tempat yang tepat, tidak sembarang seperti mencoreti tembok tiang jalan layang dengan semboyan. Memang menghibur sih rasa terlibat dalam perlawanan tanpa melawan, semenghibur mengkhayali kebijaksanaan alih-alih menghayatinya.
Menerapkan kebijaksanaan pada tempat yang tepat, salah satunya yaitu pada proses utilisasi suatu kebaruan. Kalau utilisasi yang tidak baru, itu namanya utilitarianisme. Alias, memanfaatkan semata tanpa menjadi manfaat. Menggunakan semata tanpa menjadi guna. Ya soalnya, mengulang hal yang itu-itu saja.
Perlu kebaruan untuk menjadikan manfaat sebagai manfaat dan guna sebagai guna. Sehingga menerapkan kebijaksanaan pada tempat yang tepat menghasilkan kebermanfaatan, bukan saling memanfaatkan. Menghasilkan kegunaan, bukan saling menggunakan. Pemberdayaan bukan pemerdayaan.
Memang bentuk utilisasinya akan sama, dari yang menerapkan kebijaksanaan dengan yang tidak. Bahkan bentuk keluarannya pun bisa sama. Oya, keluaran itu level output sedangkan hasil itu level outcome. Bedanya di kebaruan dan hasil saja. Yang menerapkan kebijaksanaan akan terasa baru, bermanfaat, dan berguna.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

