AES369 Literasi Mie Rebus

Malam ini saya mau menulis tentang tulisan kak Elka. Salah satu calon kakak yang sedang dalam proses bergabung ke Semi Palar. Kak Elka sedang dalam tahapan magang dan juga sedang mencoba menulis di AES seperti beberapa kakak lainnya. Serunya AES, kalau kita kerap membaca esai rekan-rekan lain adalah saat kita mendapatkan ide menulis dari esai teman kita. Saya cukup sering mengalaminya. Dan itu jadi keasikan tersendiri juga.
Beberapa waktu lalu kak Elka menuliskan sesuatu yang tampak sederhana tapi bercerita tentang banyak hal. Nah ini memang kekuatan Atomic Essay yang mungkin belum banyak dipahami. Topiknya bisa sangat sederhana, tapi saat menuangkannya ke dalam tulisan sepanjang 250 kata, akan ada banyak cerita yang muncul di belakangnya. Ini yang membedakan dengan twitter, misalnya, atau juga media sosial lainnya. Jadi ada proses yang cukup mendalam - di balik setiap tulisan Atomic Essay. Tulisan kak Elka ada di sini. Judulnya Mie Rebus. Jadi silakan dibaca dulu karena tulisan saya ini nyambung sama tulisan kak Elka. Oh iya, karena tulisannya nyambung, saya pinjam gambar dari postingan kak Elka.
Singkatnya saya suka sekali membaca tulisan kak Elka - karena ini sangat menggambarkan apa yang sering kita istilahkan dengan Literasi - terutama di Semi Palar. Kalau teman-teman sudah baca tulisan kak Elka - tulisan saya dibawah ini mestinya ga jadi spoiler ya.
Pertama tulisan ini bercerita tentang proses. Proses panjang sampai ke semangkok mie rebus. Mulai dari Semi Palar saat hujan, di perjalanan dalam kondisi hujan, sampai di rumah, kak Elka bertanya kepada ibunya, lalu menunggu gas dikirim... dan akhirnya mie rebus bisa dinikmati.
Membaca bagaimana kak Elka mendeskripsikan kisah itu membuat saya bisa membayangkan proses yang dijalani kak Elka. Imajinasi kita dibawa mulai dari Semi Palar, di sepanjang perjalanan pulang melalui genangan air hujan, sampai kak Elka tiba di rumah. Kak Elka menuliskannya dengan menarik, karena apa yang kak Elka amati dan alami sejalan dengan proses itulah yang dituliskan. Bagi kita pembacanya, pengalaman itulah yang jadi pengalaman imajinasi kita. Dalam pemahaman kita di Semi Palar, itulah Literasi. Dalam konteks AES ini, proses literasi itu sudah terjadi dua lapis. Pengalaman kak Elka dituliskan di AES, saya membaca tulisan kak Elka dan menuliskan kembali sesuatu dari apa yang dituliskan kak Elka. Jadilah sebuah proses belajar yang nyararambung. Gegara judul tulisan Mie Rebus dan gambarnya yang ngabibita pembacanya.
Selanjutnya bisa jadi ada yang baca tulisan saya atau kak Elka jadi terpikirkan sesuatu dan menulis lagi atau malah terdorong untuk ke dapur dan menyiapkan semangkok mie rebus, ini adalah efek lanjutannya. Segala sesuatu memang terkoneksi. Jadi ya, terima kasih kak Elka untuk inspirasinya. Mudah2an kita semua semakin bersemangat untuk menulis - karena menulis adalah juga cara kita merayakan kehidupan.
Komentar (1)
Nuhun kak Andy
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES754 Lagi, Mengapa Menulis?
Dalam rangka Festival Literasi 2025, kembali saya menulis soal ini. Sudah sering saya menulis soal ini. Mudah-mudahan tidak bosan. Saya sendiri tidak pernah bosan karena beberapa keyakinan saya soal menulis. Keyakinan ini bukan hanya hadir karena sekedar nyaho bahwa menulis itu penting, tapi juga d…
Andy Sutioso100
AES624 Langkah Pertama
Tulisan hari ini cukup spesial karena dituliskan bersama kak @matheusaribowo, @yantisuryanii7, @innocentiaine dan @sukarma di Nakara Cafe. Sore ini kita nulis bareng, ngopi AES ceritanya. Ngopi AES ini sudah lama banget ga kita jalankan, terakhir di tanggal 27 September 2023 di cafe Haloa. Kemudian…

AES351 Menulis : Merayakan Kehidupan
Kemarin saya menulis tentang Menyapa Pagi. Sebetulnya isi tulisan itu ga ada apa-apanya, tapi saat menuliskannya, frasa yang lain muncul di dalam benak saya, bahwa menulis itu adalah cara kita merayakan kehidupan. Merayakan, mensyukuri kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Ini kan bukan h…
