AES37 Scared and Motivated
Dalam beberapa minggu lalu ini, sejak memulai proyek mandiri, saya menyiapkan berbagai target untuk melatih keahlian menggambar saya sendiri, dari gambar digital dan konvensional, terutamanya dalam membuat gambar digital. Belajar menggambar digital adalah sebuah media yang baru saya pelajari sejak awal tahun 2021, sebelum memasuki tahun 2021, saya sudah mempunyai alat untuk menggambar digital, berupa sebuah tablet grafis, sudah dibeli sejak awal tahun 2019, dimana saya masih di jenjang SMP kelas 8, dalam beberapa tahun, meski sudah memilikinya, saya tidak pernah menyentuh alatnya, atau berpikir lebih lanjut untuk menggambar dengan tabletnya, entah kenapa setiap saya melihat tabletnya, motivasi melonjak di pikiran saya, tetapi ketakutan dan kekhawatiran kembali menutupi perasaan itu.
Sebenarnya ini diakibatkan karena pada tahun ini, saya belum meriset dan mengetahui aplikasi untuk menggambar, di saat ini, aplikasi yang digunakan adalah “Adobe photoshop CS6, aplikasi yang kurang sesuai digunakan untuk menggambar digital, karenanya, setiap garis yang saya buat di “display” laptop terlihat bengkok dan tidak rapih, alasan ini karena saya tidak mengenal adanya “pen pressure” dan stabilizer di pena yang saya gunakan.
Kembali ke tahun 2021, sudah beberapa bulan lewat, di awalnya bulan Februari, saya masih kurang memahami teknik dalam menggambar digital, hingga sekarang, karena adanya motivasi, saya dapat menggambar dengan rapih, mengenali teknik yang digunakan seniman professional, dan sudah bisa membuat gambar dengan pose yang fleksibel, ditambah variasi desain karakter yang unik dan ekspresif. Mengenal semua keahlian baru ini, tentunya akan muncul sebuah masalah baru, sejak mulainya bereksperimen dengan “artstyle”, dari berbagai seniman digital di media sosial “Twitter”, saya mulai merasa takut dengan kualitas gambar yang bisa saya berikan, karena saking banyaknya jenis dan kualitas gambar yang saya lihat dari berbagai jenis seniman digital. Ketakutan ini memberi perasaan ragu ke diri saya sendiri, sehingga kurang bisa mengapresiasi kualitas gambar yang ada di gambar yang tiap kali saya buat, untungnya saat ini, saya sudah mencoba untuk mengupload beberapa karya digital saya sendiri, berlokasi di akun Instagram saya sendiri, sejak ini, beberapa karya yang diupload menerima cukup banyak apresiasi dari orang-orang, contohnya dari beberapa seniman digital asing.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00