AtomicEssay

AES373 Trapped in Bubblewrap

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sejak pandemi COVID-19, yang disebut online shopping meledak. Tidak bisa dihindari karena kita semua harus berdiam di rumah dan mengurangi mobilitas sehari-hari. Di sisi lain kebutuhan kehidupan terus berjalan, ekonomi juga perlu bergulir - sehingga akhirnya mengakibatkan meledaknya bisnis e-commerce, salah satunya online shopping. 

Yang bagi saya mengerikan adalah bagaimana kita semua juga menghasilkan sampah - terutama yang digunakan untuk kebutuhan pengiriman. Padahal kita tahu bahwa yang kita butuhkan hanya barangnya, semua kemasan yang digunakan hampir dipastikan akan kita buang. Mengerikan untuk membayangkan berapa banyak sampah kemasan yang dibuang setiap harinya karena setiap hari entah ada berapa banyak transaksi komersial yang dilakukan online. Saat kita berbelanja langsung, kita bisa mengurangi kemasan dengan membawa tas belanja sendiri dan seterusnya. Belanja online lain perkara karena kita diberikan berbagai kemudahan, tapi kemudahan ini juga membawa keburukannya sendiri - yang jumlahnya sangat signifikan. 

Dari berbagai jenis kemasan, itu kardus paling mudah dan bisa didaur ulang. Yang lebih sulit adalah berbagai jenis plastik - termasuk bubblewrap. Saya seringkali bingung / galau menerima barang yang dibungkus berlebihan dengan bubble-wrap. Padahal barang yang dipesan bukan barang yang mudah rusak atau pecah. Saya sendiri setiap berbelanja online selalu menuliskan pesan : 

Kemasannya jangan ribet, hindari plastik atau bubblewrap.
Pake kardus bekas aja supaya ramah lingkungan. 

Bahkan kalau beli pakaian, saya berusaha minta agar kemasan plastiknya dibuka - supaya bisa mereka manfaatkan kembali. Toh saya hanya memanfaatkan barangnya, kemasannya ga penting - selama aman dan selamat sampai tujuan. Sedikit kotor toh tidak apa-apa karena bisa dicuci. 

Selama ini bubblewrap yang saya terima selalu saya buka pelan-pelan, dilepaskan sticker dan selotipnya dan dilipat rapi sesuai berbagai ukuran untuk bisa digunakan kembali. Kebetulan di Semi Palar ada fasipisa - dan ada rekan yang usahanya membutuhkan bubblewrap. Jadi dari upaya ini kita bisa mengurangi limbah - setidaknya memperpanjang usia kebermanfaatan. 

Jadi ya begitulah curhat saya seputar kemasan - spesifiknya bubblewrap. Semoga bermanfaat. Salam. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES743 Bertanya pada Meta (AI)

Dalam rangka mengenal AI lebih jauh, tentunya kita perlu mencoba bukan? Dan dari pengalaman tersebut - dengan berbekal kesadaran dan berpikir kritis, kita akan bisa menempatkan di mana kita bisa memanfaatkan AI dengan tepat. Saya belum mencoba banyak aplikasi - tapi sejak akhir tahun lalu, saya men…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES663 World Environment Day

Hari Lingkungan Hidup Sedunia memang sudah lewat beberapa hari lalu. Tepatnya tanggal 5 Juni. Hari-hari peringatan sepert ini memang setidaknya membantu kita untuk ingat sesuatu. Manusia modern memang terlalu sibuk untuk menaruh perhatian pada hal-hal penting. Jadi hal-hal seperti ini walaupun seri…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES592 Plastafvall menelaah Keberagaman

Manusia adalah bagian dari alam, karena hidup dan kehidupannya tak bisa dilepaskan dari alam. Manusia butuh air, udara dan tanah yang sehat supaya makanan dan segala kebutuhannya bisa didapatkan dari interaksi dan dinamika di antara seluruh elemen pembentuk alam semesta sebagai sebuah kesatuan. Tap…

Andy Sutioso00