AES376 Pada yang

Pada yang di belakang, kita meletakan dugaan. Pada yang bersamaan, kita meletakan pemodelan. Pada yang di depan, kita meletakan tuntutan. Dugaan, pemodelan, tuntutan yang istilah kerennya kita bilang ekspektasi, asumsi, ambisi.
Seperti meminta pemenuhan wadah yang dahulu gagal kita penuhi, ekspektasi begitu mengekang rasanya. Seperti diawasi, bahkan diawas-awasi. Awas, air panas. Awas, lubang. Awas, tikungan tajam. Awas, rumah ini dilengkapi cctv.
Ternyata memang meminta pemenuhan wadah yang saat ini masih belum mampu kita penuhi, asumsi begitu mengusik rasanya. Seperti dibandingkan, bahkan ditandingkan. Tanding dingdang duung... Banding dingdang duung...
Begitulah terus meminta pemenuhan wadah yang sebenarnya sudah disadari di luar kemampuan, ambisi begitu menjebak rasanya. Seperti ditinggalkan bahkan ditanggalkan. Padahal, kita saja yang memaksakan kemajuan di jalur kemunduran.
Contoh aplikasi konkritnya, seperti penilaian kita pada yang junior begitu kental ekspektasi. Semacam penggambaran kita pada yang sesama medior begitu kenyal asumsi. Sebagaimana permintaan kita pada yang senior begitu kentara ambisi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

