AES377 Eksplorasi Seni Peran

Pagi tadi kembali pendopo menjadi ruang tampil teman-teman Smipa untuk menampilkan kemampuan mereka berseni peran melalui pentas Drama. Kali ini kelompok Jamuran yang menampilkan dua kisah. Kisah pertama bertemakan tragedi, pementasan kedua menampilkan drama bertemakan komedi.
Saya sendiri hanya sempat menyempatkan pementasan pertama saat Leon, Danu, Kandita dan kawan-kawan memainkan kisah perebutan kekuasaan di sebuah kerajaan. Keren... saya lihat teman-teman bisa membawakan peran yang dimainkannya dengan baik. Beberapa saya lihat bisa tampil berbeda dari apa yang mereka munculkan dalam keseharian. Yori contohnya, yang biasanya pendiam, di panggung tadi bisa berbicara dengan lantang membawakan baris-baris narasi dalam bingkai ketokohan yang dia mainkan. Asik banget!


Salah satu buku pendidikan yang pernah saya baca berjudul "Membela Anak dengan Teater". Bercerita tentang satu komunitas teater yang membantu anak-anak yang termarjinalkan untuk membangun diri mereka melalui Seni Peran. Bukunya bagus banget. Inspiratif. Sayangnya buku ini termasuk koleksi buku saya yang hilang entah dipinjam oleh siapa.
Dua hal yang saya catat dari buku itu adalah bahwa Seni Peran sangat membantu seseorang dalam proses penemuan diri. Terutama dalam kaitannya membangun kepercayaan diri sang individu. Saya masih ingat bahwa penulisnya, MJA Nashir berkisah bagaimana ia membantu kelompok anak-anak yang ga pede melalui dramatisasi suatu kisah di mana pemerannya mengenakan topeng. Topeng ternyata berperan sangat besar mendorong anak-anak ini untuk tampil all-out, karena mereka berpikir bahwa penonton tidak bisa mengenali siapa mereka. Setelah pertunjukkan mereka membuka topengnya mendapat tepuk tangan apresiasi dari penonton, rasa percaya diri mereka seakan meluap karena menyadari sebetulnya diri merekalah yang ada di balik topeng yang mereka kenakan.
Hal kedua yang sangat kental dalam proses seni peran adalah bagaimana pelakunya belajar menempatkan diri dalam kedirian orang yang berbeda, belajar berempati. Menjiwai peran hanya bisa terjadi saat pemeran betul-betul menghayati tokoh yang diperankan. Hanya sedikit aktor besar yang bisa melakukan itu. Morgan Freeman saat mempersiapkan diri saat akan memerankan Nelson Mandella dalam filem Invictus dikisahkan mengurung dirinya dalam ruang kecil entah selama berapa lama untuk mendapatkan pengalaman Mandella saat harus mendekam dipenjara selama separuh waktu hidupnya.

Detailnya saya kurang tahu bagaimana tapi intinya adalah bahwa tidak mudah menempatkan diri sebagai orang lain. Kemampuan seseorang berempati sangat terkait dengan hal ini dan seni peran - sesederhana apapun membantu seseorang untuk mengalami itu.
Terima kasih kakak-kakak yang telah memfasilitasi teman-teman mengalami ini. Saya lihat teman-teman Jamuran membawakan pementasan hal ini dengan serius. Walaupun saya belum melihat pementasan kedua yang genrenya komedi. Tapi saya pernah belajar juga di kelas filsafat. Bergurau yang baik itu juga kudu serius, sepenuh hati . Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES788 Membongkar Batasan Diri
Tulisan ini saya dedikasikan untuk kelompok Giri Gora secara khusus dalam konteks pementasan Drama Musikal JasMerah hari Jum'at lalu. Sekalian saya coba menjelaskan lebih jauh kata pengantar - yang cukup panjang - yang saya rasa perlu disampaikan dalam memberikan konteks terhadap proses dan penampi…

AES023 "keren sultan"
“keren sultan” sebuah apresiasi dari beberapa orang yang tak pernah ku sangka. Kami bisa mendapatkan apresiasi walaupun menurutku pentas kemarin kacau, piring pecah di tengah show yang mengharuskan improvisasi dadakan, mic yang jatuh, tombak tombak yang jatuh. aku hendak menangis, aku merasa aku ga…
jovanna20
AES144 Si Jas Merah !
Hai teman-teman, lama tak jumpa! Udah dua minggu aku absen nulis di ririungan ini maklum aku lagi fokus bersenang-senang bareng mama aku yang baru pulang. Dua minggu yang penuh tawa, cerita, dan kehangatan keluarga. Tapi di sela-sela kebahagiaan itu, aku juga punya cerita seru yang gak kalah bikin…

