AES383 Kekuasaan (4)
Agar masuk tahap selanjutnya dengan sadar bahwa tidak ada yang bersalah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Tidak ada yang dapat disalahkan. Walaupun selalu ada yang salah, sebagai rangkaian kebenaran. Bukankah saya mengetahui ada saya dari yang bukan saya. Seperti yang terpenting dari musik bukan pada nada-nada, melainkan pada jeda antara nada yang membuat nada-nada menjadi nada-nada. Tanpa jeda, tiada nada-nada, tiada musik, tidak ada apa-apa. Pun, ketidak adaan ini pun suatu keadaan. Mendapatkan kebenaran ini cukup dengan menemukan keberadaan hubungan-hubungan antar yang salah-salah itu. Makanya penting untuk mengadakan ruang bagi kesalahan, jauh lebih banyak dari pada ruang bagi kebetulan.
Semudah inilah konstanta-konstanta realita terindera dengan cepat, yang artinya tepat. Memang, konstanta-konstanta realita ini dengan cepat yang artinya tepat ini juga akan berubah menjadi fakta. Makanya, antisipasi perlu dilakukan dalam tiga hukum mendasar tersebut sebelumnya. Kemungkinan apa yang ada padanya, peluang apa yang tercipta darinya, dan sebab akibat apa yang menjadi realita saat ini. Melampaui fakta, melalui wacana, merespon realita. Menciptakan realita. Apalah guna respon yang tidak menciptakan, selain daripada mengkhianati darma karena keasyikan menkhayali lupa menghayati. Ingatlah soal bergagasan tanpa menggagas hanyalah retorika dan potensial tanpa mekanikal hanyalah apologi.
Antisipasi yang diimplementasi ini mengembalikan alfa pada omega, menjadikan alfa omega, menyadarkan bahwa alfa adalah omega. Bahwa perjalanan inilah tujuannya dan tujuannya adalah perjalanannya, hanya untuk menemukan yang ada, sudah ada, dan selalu ada. Lalu apa bedanya? Keberadaan yang telah terlengkapi dan kemengadaannya yang akan melengkapi. Lalu apa samanya? Sama-sama perlu mengontekstualisasi diri, menemukan kepentingan sendiri, orang lain, dan kepentingan bersama. Tidak lebih tidak kurang, adalah soal kekuasaan dan penguasaan. Melepaskan yang sudah, melampaui yang akan, mengadakan yang sekarang. Dengan kesadaran, kemenyadaran, perangkat, dan instrumen ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

