AES397 Penuh Cukup Selesai

Kepenuhan diri dan ketidak penuhan diri, sama-sama bermasalahnya. Yang dirinya tidak penuh gelisah di dalam, menggusarkan ke luar. Yang dirinya penuh gusar di dalam, menggelisahkan ke luar. Keduanya sama-sama menerapkan standar ekspektasi sendiri kepada orang lain.
Kecukupan diri sepertinya yang hendak dituju, kalau memang tujuannya ketenangan batin. Batin yang tenang di dalam, membawa pergerakan ke luar. Tidak menggusarkan dan tidak menggelisahkan, justru menenangkan. Secukup apa bagi diri sendiri sehingga bagi orang lain gerakannya menenangkan.
Soal belum selesai dengan diri pun, ini sudah soal yang lain lagi. Banyak kesimpulan yang bilang kalau akar permasalahan ada pada kedirian yang belum selesai, padahal bagus kalau belum selesai berarti ada keterlibatan. Kalau sudah selesai dengan diri, untuk apa lagi ada dan terlibat di sini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

