#AES40 MaLAYa (Mamat, Lyn, Andy, Yanti)

Pada 23 Januari 2023 Bandung dan Cimahi masih diselimuti awan teduh. Sepertinya langit sengaja mengerahkan para awan untuk memayungi petualang Malaya bertualang dalam kayuhan.
Hawa dingin tidak mengerutkan hangatnya perjumpaan dan tekad untuk bersama menyusuri segala medan di depan. Beriring doa dan rasa percaya, "bahwa rutenya relatif datar". Petualang Malaya memacu putaran roda seperti piringan hitam yang melantunkan serta irama musik penggembira. Padi-padi di sawah menari bersama para capung yang terbang rendah.
Sebuah bunker di tepi situ menjadi saksinya, petualang Malaya memuji ciptaan sembari menyantap sarapan. Bincang dan cerita bersautan dengan kepak burung-burung sawah dan suara mesin perahu yang membelah tenangnya air situ. Suasana sederhana yang istimewa.
Perjalanan kembali tak kalah serunya. Sebuah jembatan kayu menjadi sejenak henti di atas gelombang air situ. Hampir di ujung jalan pulang, ada tanjakan yang sedikit menantang. Karena napas sudah direntang, titik akhir perlu membuat kenyang. Seperti dermaga tempat menyandarkan perahu, Malaya menutup perjalanan dengan nikmatnya kupat tahu.
Terima kasih teman perjalanan kala itu, kak Andy, kak Lyn, dan Yanti.Sampai jumpa di cerita tualang berikutnya.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES39 Kembali Mengayuh
Cerita hari ini (Senin, 23 Januari 2023) memang akan saya tulis. Hari yang sederhana, namun amat berkesan (seperti juga ungkapan kak Lyn tentang perjalanan ini; "berkesan"). Sesederhana kayuhan sepeda. Ketika tetap mengayuh, kita berjalan. Dalam kayuhan, kita seimbang, meski seolah tak ada yang men…

AES469 Gowes Go West
Senin lalu, sehari setelah Imlek, saya dan kak @lyn-kuwandy berkesempatan untuk gowes bersama kak Mamat dan kak Yanti. Seperti judulnya, gowes kali ini memang menuju ke arah Barat. Walaupun sudah lama berkeinginan untuk gowes ke arah Barat, saya belum punya kesempatan dan baru kemarin ini keinginan…

AES52 Kembali Mengayuh Sepeda
Niat hati sudah lama ingin kembali mengayuh sepeda. Tapi ini dan itu selalu jadi alasan untuk enggan memulai bersepeda kembali. Namun, semalam kami tak ingin terus menolak ajakan hati untuk kembali bersepeda. Kami siapkan sepeda. Mulai dari membersihkan debu-debu yang sudah lama tertidur nyenyak pa…


