AES412 Intens #2

Seingat saya ini tulisan kedua saya yang berjudul Intens. Saya rasa ini judul yang pas, karena hampir sejak satu awal TP ini, sangat padat jadwal dan kesibukan saya sejak bulan Juli lalu. Sebulan yang lalu adik saya mudik dari Jerman dan dalam kesempatan itu, ayah saya mengajak kita pergi sekeluarga ke Jawa - untuk menikmati waktu kebersamaan sekaligus mampir-mampir, napak tilas ke beberapa titik yang penting dalam sejarah keluarga kami.
Segera setelah kembali dari Jawa, saya hanya punya waktu beberapa hari untuk mempersiapkan perjalanan ke Sumba untuk sebuah kesempatan langka dan sangat berharga melihat, membaca pendidikan di Sumba Barat Daya. Catatan tentang perjalanan saya ada di rangkaian tulisan saya yang bertagar #jurnal sumba
11 hari kami di sana. Tanggal 5 September minggu lalu saya berangkat lagi ke Kuningan untuk pertanggung jawaban pendampingan Smipa Disada untuk Sekolah Linimasa yang sudah berlangsung satu tahun lamanya. Itu hari Senin. Hari Jum'at saya dan kakak-kakak jenjang KB-TK, SD-Besar dan sebagian kakak KPB berangkat ke Lembang untuk pembekalan kakak Smipa yang berjalan dua minggu untuk dua kelompok kakak. Kemarin sore saya tiba di rumah dengan tubuh lelah, tapi perasaan yang sangat penuh. Bagaimana tidak, ini adalah kesempatan langka yang sudah bertahun-tahun tidak pernah kita alami di Semi Palar, karena berbagai kesibukan kita. Pandemi bagi saya mengingatkan kembali pentingnya proses seperti ini kita jalani di Semi Palar. Selama ini, hari belajar kakak lebih penuh dengan berbagai teori dan konsep, hal-hal yang sifatnya teknis dan berkutat terutama dengan berbagai olahan kognitif.
2 hari kemarin bagi saya adalah seperti sebuah proses yang sangat menyejukkan batin. Saya sangat mensyukuri dua hari kemarin bersama, kami 21 orang kakak bersama tim pendukung dan tim Disada punya kesempatan kebersamaan, di alam terbuka di luar rutinitas kami sehari-hari. Intens, memang betul, tapi juga sangat-sangat mengisi. Saya punya harapan besar dan sangat menantikan Jum'at depan - saat kami mulai lagi proses yang 'sama' untuk kelompok kakak berikutnya, kakak-kakak jenjang SD-Kecil, SMP dan kakak KPB. Semoga segala intensitas ini bisa membawa kelegaan bagi kita semua untuk bisa memfasilitasi proses pembelajaran dengan lebih seimbang, lebih bermakna. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES936 Hidup adalah Udunan
TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…

AES474 Berbagi
Orang bilang, hidup itu adalah udunan. Saya setuju. Karenanya di Semi Palar sejak awal di jenjang kecil ada yang namanya hari berbagi. Kalau kita punya sesuatu, baik kalau kita berbagi, supaya nanti kalau kebetulan kita lagi ga punya bisa jadi ada orang lain yang berbagi kepada kita. Minggu kemarin…

AES155 Ngariung Kakak Smipa
Koneksi dalam pendidikan holistik jadi sesuatu yang sangat penting. Bukan mengada-ada, sebaliknya, kumpul-kumpul, temu muka, membangun koneksi dan interaksi jadi esensi di sebuah organisasi holistik. Hal ini salah satu yang hilang dari Semi Palar segera setelah memasuki masa pandemi. Kumpul secara…
