AES419 Pokok dan Cabang, Api dan Besi

Pokok tidak berbuah, cabang lah yang iya. Begitupun, cabang perlu berasal dari pokoknya baru bisa berbuah. Terpisah dari pokok, cabang hanya ranting kering di atas tanah.
Meskipun terhubung dengan pokok, cabang tidak selalu berbuah. Ada saja cabang yang hanya lebat daunnya, tanpa buah satu pun. Banyak malahan, sebanyak yang berbuah seringkali.
Makanya, yang berbuah akan bertemu dengan besi sedangkan yang tidak berbuah akan bertemu dengan api. Besi menggambarkan pemilihan, api melambangkan penyisihan.
Buah diambil dengan capitan, dimasukan ke dalam kotak tampungan, untuk dimakan orang-orang. Ranting tak berbuah dipotong dikeringkan untuk dijadikan kayu bakar.
Pembakaran ini pun menghasilkan api yang dipakai untuk menempa besi. Tidak ada yang sia-sia, semua berguna pada tempatnya yang berbeda. Perlu jelas saja pemisahannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

