AES424 Mata Ketiga Adalah Telinga

Bagaimana melihat kalau sibuk menganga, tertutup itu telinga jadi buta. Terlalu buka mata bukan refleksi jadinya, proyeksi yang ada. Coba sadari, mata selalu menembak ke depan seperti proyektor sedangkan telinga mengindera sekeiling menangkap refleksi realita.
Mata ketiga adalah telinga, yang hambatannya ada pada mulut yang menganga. Hambatan terburuk bagi kesadaran adalah have to say something dan dukungan terbaik bagi kesadaran adalah have something to say. Mengatupkan bibir dan menarik otot pipi, menyayukan mata dan melonggarkan tengkuk; menenangkan napas.
Napas adalah spirit, spiritus. Tidak seperti kata orang yang terbelalak mata, bahwa spirit harus membara. Justru seperti kata orang yang terbuka telinga, spirit itu lemah lembut. Napas memburu membuat mata terbelalak untuk mencari-cari celah mengoreksi, sedangkan napas tenang membuat telinga terbuka luas untuk menemukan jalan berkoneksi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

