AES424 Menulis Spontan : Kesadaran Jasmani

Spontan aja ini menulis ga banyak dipikir. Sudah dua hari ini badan kerasa ga fit. Ga tau kenapa. Memang minggu lalu sempat beberapa kali keujanan. Mungkin juga faktor U ya. Kalo dulu waktu masih muda, ke sana kemari naek motor keujanan, kering lagi, basah lagi, badan OK² aja. Sekarang sudah jauh berkurang kebugaran badan saya.
Walaupun sepertinya kalau membandingkan dengan banyak teman yang bahkan lebih muda, bahkan mengamati kakak-kakak di Smipa saya merasa badan saya lebih terjaga bugar dan ga gampang sakit. Dulu saya merasa lebih mudah jatuh sakit. Sejak pandemi, seingat saya, saya belum pernah jatuh sakit. Paling beberapa kali gangguan pencernaan karena mungkin salah makan atau lainnya.
Seperti dua hari ini, saya memilih beristirahat sebelum jatuh sakit. Rencana gowes pagi ini juga saya batalkan. Memang saya berusaha lebih menaruh perhatian pada apa yang badan saya rasakan. Makan juga lebih dijaga, bukan sekedar makan kalau jam makan tapi merasakan selapar apa saya saat itu. Porsi jadi ikut menyesuaikan. Jenis makanan juga lebih diperhatikan. Saya berusaha betul menyadari jenis makanan yang masuk ke badan saya. Segala jenis makanan masih saya makan - termasuk gorengan dan bala-bala dari warung bu Soem. Tapi jumlah dan variasinya yang dijaga betul, disadari dan diseimbangkan.
Sejak dua minggu kemarin memang banyak hal yang dipikirkan, jadwal juga lumayan padat. Saya merasa badan perlu istirahat, karena badan saya seperti memberi tahu saya sesuatu. Ini yang perlu diperhatikan. Saya mengistilahkan ini dengan kesadaran jasmani dan ini juga bagian dari Literasi Diri : pengenalan dan pengelolaan diri.
Oh iya sejak kemarin saya mencoba yang namanya Detox Patch. Patch ini sebelum tidur ditempelkan di telapak kaki. Pagi tadi saya liat warnanya memang coklat kehitaman. Kalau dibaca di lembar instruksinya itu menandakan toxin yang keluar dari badan. Hmm ya dewasa ini badan kita memang banyak sekali menangkap racun dari segala aktivitas kita, termasuk dari udara berpolusi yang kita hirup dan segala bahan kimia yang ada di makanan kita. Saat racun/toxin ini sudah terlalu banyak, ini yang bakal jadi sumber penyakit. Dengan berbagai cara toxin ini perlu dibuang. Mudah²an bermanfaat buat badan saya. Salam sehat selalu teman-teman. Sekian tulisan spontan saya hari ini, terinspirasi tulisan @joefelus ttg Spontanitas.
Komentar (1)
Sekarang saya mengerti kenapa kak Andy bicara soal spontan menulis atau menulis secara spontan dan ga banyak mikir :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES366 Bugar?
Rutin saya pagi ini berubah - karenanya saya hari ini saya menulis di malam hari. Pagi tadi saya dan kak Lyn berangkat ke Gambung untuk mengunjungi satu tempat di sana. Saya sempat menulis tentang ini di esai yang ini : Being in Nature. Tapi kali ini saya bukan mau menulis tentang lokasinya tapi te…

AES258 Menulis dan Refleksi Diri
Tulisan ini masih terkait dengan berbagai tulisan saya tentang literasi - sebagai upaya menuliskan proses belajar dan pemahaman tentang literasi secara umum, lebih spesifik lagi literasi diri dan literasi semesta - bagaimana kita sebagai manusia menelaah sisi dalam dan sisi luar hidup kita. Dalam b…

AES 60 "MenyelamiMu..." untuk 30 Hari Bercerita
Awal tahun ini saya memutuskan ikut gerakan 30 Hari Bercerita lagi. Hari ini sudah memasuki hari ke-7 dan belum ada bolong. Mungkin karena menulisnya lebih singkat di instagram, jadi bisa lebih praktis dan konsisten. Walaupun begitu, tetap saja sering bingung menentukan topik untuk dituliskan. Sehi…

