AtomicEssay

AES44 mendongeng

innocentiainepenulis arsip2

“If you want your children to be intelligent, read them fairy tales. If you want them to be more intelligent, read them more fairy tales.”

Buat aku yang berada di lingkungan anak dan pendidikan, tanpa pikir panjang bersepakat sekali dengan pernyataan dari Einstein tersebut. Namun terbersit pertanyaan, apakah para pemikir rasional akan menerima hal ini? Fairy tales loh, dongeng. Apa kaitan dongeng dengan intelegensi atau kecerdasan?

Di jenjang-jenjang kecil utamanya, kegiatan mendongeng menjadi bagian dari keseharian anak di Semi Palar. Aku selalu terpesona dengan interaksi yang terbangun antara pendongeng dan pendengarnya. Wajah-wajah kecil yang menyimak dengan sungguh, sorot mata tertarik, ingin tahu. Dongeng tidak pernah tergantikan. Ada keajaiban apa dengan mendongeng ini?

Dari beberapa penelitian terkait neurosains dan perkembangan anak, ditemukan bahwa peran dongeng dalam membangun kemampuan berpikir yang baik; gesit, lincah, solutif, efisien. Ketika mendengar dongeng, neuron dalam sistem saraf membangun jaringan baru. Bukan jumlah informasi, namun banyak dan mantapnya cabang yang terbangun dalam sistem saraf, yang membuat perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan semakin baik. Meski bagi orang dewasa, dongeng klasik terkadang terasa tidak tepat, tapi selalu ada pesan moral yang dengan mudah ditangkap anak-anak; nilai kebaikan, melakukan hal yang benar, memilih yang baik, dll. Nah saat mendengarkan dongeng, anak-anak tak kesulitan untuk menempatkan diri sebagai bagian dari cerita, menjadi tokoh cerita. Apakah itu pangeran, putri, atau sekadar rakyat jelata, bahkan sebagai seekor hewan. Anak-anak meresapi, menikmati cerita seperti santapan lezat bernutrisi. Kerap tak cukup hanya sekali, mereka menagih, dan dapat mendengarkan cerita yang sama berulang kali. Ini yang membuat jejaring tersebut seolah terus dimantapkan. Ketika menghadapi kesulitan, tantangan, atau berbagai situasi lain, pesan dari dongeng ini yang kemudian hadir sebagai referensi mereka.

Kembali ke pesan Einstein, sungguh baik adanya. Tak harus fairy tales dari Barat saja. Semua negara punya dongeng dan cerita rakyatnya sendiri; seperti legenda, fabel, mitos, dengan nilai-nilai dan kebijaksanaan yang baik pula. 

"Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world."

Komentar (2)

aadmin

Kubu rasional setuju kok, Kak. Buktinya seperti Kak Ine tulis di atas: Mbah Einstein pun bilang begitu.

innocentiaine

wah konfirmasi nih.. nuhun pak Ahkam..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES56 memaknai literasi

Hari Belajar hari ini bertopik Literasi. Topik yang luas dan mendasar, pagarnya kelas. Meski demikian, masuk ke kelas, tidak lantas jadi mengerucut ke kemampuan bahasa. Lebih dari tentang huruf, kata, kalimat, atau buku. Lebih dari sekadar mampu membaca teks. Tetap luas, karena yang perlu dibaca, d…

innocentiaine30
AtomicEssay

AES47 FBO gasing

Hari ini ada FBO (Forum Bincang Orangtua) untuk orangtua kelompok Gasing, kelas 1-SD. Digagas oleh @mamakuri yang secara de facto terpililh menjadi Koordinator Ortu Kelas saat taki-taki 2 minggu lalu. Topiknya mengenai tahapan baca tulis di SD-1. Materi berupa video penjelasan telah dibagikan sebel…

innocentiaine163
AtomicEssay

AES27 belajar baca

Bertahun-tahun mengamati, proses anak belajar membaca semakin terlihat sebagai suatu proses yang ajaib. Bisa saja terbangun alamiah, lancar tanpa kendala berarti bagi sebagian anak, sebaliknya bisa menjadi momok yang sulit diatasi bagi sebagian lain. Cukup banyak anak yang sudah menunjukkan keterta…

innocentiaine20