AES446 (Perangkat) Pengenalan Diri

Lebih jauh lagi tentang Literasi Diri. Belum lama ini saya mengamati sebuah hasil olahan dari sebuah perangkat (alat test atau instrumen) yang disebut dengan Talents Mapping. Dalam konteks Literasi Diri, saya melihat output (keluaran) test ini sangat menarik, karena ini bisa jadi salah satu perangkat yang bisa membantu kita untuk mengenal diri kita lebih mendalam. Memang di dalam dunia psikologi, perangkat semacam ini sangat banyak. Bahkan sekarang ini bisa kita temukan dengan mudah di internet. Asal kita tahu kata kuncinya, perangkat-perangkat ini bisa dengan mudah kita temukan. Salah satu contoh yang banyak kita kenal adalah MBTI (Myers Briggs Type Indicator) yang memetakan manusia menjadi 16 tipe kepribadian. Ini adalah perangkat yang berbeda. Ada juga yang dilakukan menggunakan pindaian sidik jari, dan dari sana bisa didapatkan gambaran keunikan diri kita. Pada dasarnya sangat banyak perangkat yang bisa kita manfaatkan.
Saya ingin menulis secara spesifik tentang situs temubakat.com. Silakan klik tautan di sebelah ini untuk mengaksesnya, dan mencobanya sendiri. Saya bukan mempromosikan situs itu, tapi silakan kalau teman-teman ingin mencobanya untuk lebih mengenali diri sendiri. Tidak ada salahnya bukan? Perangkat ini akan memetakan diri kita melalui 30 butir aspek (kekuatan dan kelemahan diri kita). Lebih lanjut, perangkat ini membantu kita untuk mendapatkan gambaran kira-kira profesi apa yang paling sesuai dengan pemetaan bakat / kekuatan diri kita. Di dalam perangkat ini, disebut sebagai personal branding.
Jadi dalam konteks Literasi Diri : Penemuan Diri, Pengenalan Diri dan Pengelolaan Diri, kita akan terbantu untuk mendapatkan gambaran tentang diri kita. Perangkat ini membantu kita dalam hal Pengenalan Diri. Ilustrasinya begini. Kalau kita tahu atau sudah menemukan bahwa bidang minat kita adalah sebagai contoh adalah di bidang kuliner, kita bisa memetakan lebih jauh bidang profesi apa yang bisa kita tekuni, karena dunia kuliner kita tahu juga sangat luas, apakah kita jadi chef, atau jadi guru memasak, menulis buku memasak, menjual masakan atau jadi penjual peralatan memasak... Sangat banyak kemungkinannya. Kalau dari pengenalan diri kita mulai tahu potensi diri kita yang terbesar - misalnya menjadi guru memasak, tentunya kita akan bisa mendorong diri, memfokuskan diri kita ke sana. Setelah mengenal diri, kita bisa mengelola diri kita ke sana - supaya betul-betul bisa mewujudkan potensi diri kita ke arah yang tepat.
Sejauh pengalaman dan amatan kami di Semi Palar, sering kali kita terjebak dan berpegang pada satu hasil test / keluaran perangkat tertentu padahal, sangat penting disadari, perangkat ini dirancang untuk memetakan berdasarkan sudut pandang tertentu perancang perangkat tersebut. Hampir dipastikan perangkat tersebut hanya menyoroti satu sudut pandang tertentu saja. Kompleksitas kedirian manusia sangat sulit untuk digambarkan berdasarkan menggunakan satu - dua perangkat saja. Hal ini penting disadari, kemudian kita perlu menelaah dalam situasi apa, kebutuhan apa, kita perlu menggunakan perangkat yang mana. Nah ini juga jadi tantangan sendiri buat kita. Bagaimanapun, kita tahu bahwa Literasi Diri adalah sesuatu yang sangat penting dalam proses kita dan anak-anak kita bertumbuh menjadi manusia seutuhnya - sebagaimana Sang Pencipta menciptakan kita masing-masing, satu demi satu. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES815 WHO AM I?
Who Am I? Siapakah saya? Pernahkah kita betul-betul merenungkan hal ini? Kalau kita bicara tentang eksistensi manusia, tidakkah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang terpenting? Sebelum lebih jauh, punten saya simpan satu video lagi di bawah ini. Tulisan-tulisan saya belakangan ini memang jadi repo…

AES714 You Are Perfectly Perfect
Pagi ini saya diminta oleh kak Asep dan kak Ana untuk berbagi bersama teman-teman kelompok Kecak (SD-6) tentang diri, tentang aku, tentang kedirian teman-teman Kecak. Topik yang penting di Rumah Belajar Semi Palar, karena belajar dalam pemahaman Semi Palar adalah proses panjang penemuan, pengenalan…

AES705 Memaknai Ulang Belajar
Apakah kita paham seutuhnya kata belajar? Kalau sudah paham apakah kita bisa, mampu, apakah kita terbiasa menempatkan diri di dalam keterbukaan diri supaya bisa betul-betul sungguh belajar. Apakah kita bisa menghindar dari kondisi merasa sudah atau merasa paling, apakah kita sudah menghayati belaja…

