AES46 Panggung Minat Kelompok Gatrik

"Apa yang terpikirkan oleh teman-teman ketika mendengar kata 'Panggung Minat'?" Kak Imeh membuka kelas daring pagi kemarin.
Respon anak-anak; minat, presentasi, tampil, hobi, panggung yang penuh dengan minat/bakat.
"Panggung Minat" sebetulnya adalah semacam penamaan hal terkait minat anak-anak diluar topik pembelajaran. Seperti pada TP16 lalu di SD-4 Rosella menamainya dengan "Jam Suka-Suka".
Saya senang sekali dan belajar banyak hal dari proses fasilitasi Kak Imeh memandu anak-anak menemukan minat mereka.
Diawali dengan membuat mind map tentang hal apa saja yang anak-anak senangi, kemudian membuat mind map tentang hal-hal yang anak-anak bisa, sampai akhirnya mereka dipandu untuk memilih tiga hal yang ingin mereka kembangkan selama satu semester kedepan.
Bagi kita orang dewasa, terkadang menganggap hal ini sepele ya... Tapi bagi anak-anak usia 10 tahun, mereka sangat antusias menuliskan dan menemukan hal-hal apa yang sebenarnya menjadi minat mereka. Beberapa tangkapan yang saya ingat betul dari respon anak-anak yang muncul.
"Kak, kayanya ga cukup kertasnya kebanyakan, jadi aku ngerjainnya pake mindmeister." (wow)
"Kak, banyak banget, kalo ga cukup nulisnya gimana?"
ada juga yang merespon dengan polosnya, "Kak, ga tau aku bingung mau nulis apa, harus dipikirin dulu." atau "Aku banyak sih yang aku suka... Tapi aku bingung aku bisanya apa..."
Saya hanya tertawa simpul mendengar celotehan mereka. (^.^)'
Namun, yang paling berkesan untuk saya dari proses hari kemarin adalah ketika melakukan refleksi. Beberapa anak ada yang mengajukan diri untuk berbagi perasaan mereka ketika memetakan minat mereka.
"Ternyata, aku baru tau jadi punya kesenangan baru."
"Jadi tau juga ada kesenangan baru, susah harus ganti warna, sama nulisnya dimana lagi, kertasnya kurang."
Kemudian Kak Imeh meminta anak-anak membandingkan mind map hal yang disenangi dan mind map hal yang bisa, dan mengajukan pertanyaan, "Mana yang lebih banyak? Mana yang lebih sedikit? Kenapa begitu ya?" Semua sepakat menjawab yang disenangi lebih banyak dari yang bisa dilakukan, dan beberapa anak memberikan gagasan;
"Karena kalau yang kita senangi belum tentu kita bisa melakukannya."
"Yang aku bisa, bisa jadi kesenanganku, tapi yang aku senangi belum tentu aku bisa." (ini nih opini yang saya paling suka)
Sebagai penutup, Kak Imeh meminta anak-anak untuk memilih tiga hal yang bisa dan ingin dikembangkan di semester 1 terkait minat ini. Namun, ada satu anak yang mengungkapkan pertanyaan yang kontekstual;
"Boleh ga pilih dari hal yang disenangi tapi belum bisa, untuk dikembangkan di S1 ini? Jadi biar bisa." \(^0^)/
Kok anak-anak ini keren sekali ya..... Saya jadi terharu...
Hal yang saya pelajari hari kemarin adalah, bagaimana cara atau alur yang efektif untuk menggali ke dalam diri anak, dan memunculkan originalitas dirinya.
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES47 Melihat Kedalam Diri
Setelah anak-anak Kelompok Gatrik melakukan pengamatan tentang ciri fisik diri mereka, dan bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh mereka sebagai upaya mensyukuri dan mencintai diri, beberapa hari lalu Kakak memandu mereka untuk melihat kedalam diri. Bukan membahas tentang spiritual, namun…

AES82 stasiun tabebuya
Hari cerah, separuh jumlah teman Gatrik dan kedua kakak membuka hari pertama bertemu di tahun ajaran ini dengan waktu hening di lapang rumput. Mereka duduk tenang di tengah udara segar ruang terbuka, di hamparan rumput hijau. Disambung doa dan obrolan pagi. Senang sekali bisa melihat interaksi lang…
AES55 Gatrik Berbagi Nilai Budaya Keluarga
Lagi-lagi sangat terkesan dengan kemampuan teman-teman Gatrik! Minggu lalu mereka mendapat tantangan untuk mempersiapkan Panggung Minat, namun lain dari hanya penampilan biasanya. Kali ini mereka harus berkomunikasi dengan keluarga untuk menggali tentang budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh ke…

