AtomicEssay

AES46 Untuk Teman

reginamirdanpenulis arsip2

Aku, seseorang yang sangat sulit berteman, oh bukan sekedar berteman tapi lebih dekat dengan orang lain. Butuh waktu bertahun-tahun untukku bisa berteman dekat dengan seseorang. Hampir lima tahun, dan tidak ada teman dekat baru dalam hidupku, mungkin belum. 

Teman dekat yang kumiliki sekarang adalah teman-teman masa kuliah yang sudah kukenal bertahun-tahun, ingin rasanya aku mencari apa sebenarnya alasan kenapa aku sangat sulit untuk dekat dengan orang lain. Aku selalu terbuka untuk berkenalan dengan siapapun, hanya untuk berbagi cerita sepertinya sangat sulit, terlalu sulit untuk percaya bahwa orang itu dapat menjaga ceritaku dengan baik dan mengerti maksud penceritaanku.

Karena hal itu, aku sangat mensyukuri keberadaan teman-teman terdekatku saat ini, mereka adalah orang yang selalu bisa jadi tong sampahku, sekedar bercerita bahwa hari ini aku sakit kepala. Kadang aku bercerita bukan untuk meminta saran, hanya menyampaikannya saja agar menjadi lebih lega. 

Belakangan aku menyadari, bahwa mungkin selama ini aku kurang menghargai keberadaan teman-temanku ini, aku selalu berpikir bahwa mereka akan mengerti dan tidak sakit dengan dengan apapun yang aku katakan karena sudah mengenalku lama. Padahal setiap orang punya masalahnya sendiri, perkataan yang salah diwaktu yang tidak tepat mungkin kadang menyakiti hati mereka. Terkadang setelah bertemu dengan mereka, aku merenungkan ‘apakah yang tadi ku katakan sudah benar?’, ‘apakah aku menyinggung perasaan mereka?’, atau ‘apakah mereka tahu bahwa maksudku tidak buruk?’. 

Katanya semakin tua kita, semakin sedikit teman yang kita miliki. Teman-temanku sekarang sudah sedikit, semoga tidak berkurang lagi. Tidak apa-apa tidak bertambah tapi jangan berkurang. 

Temanku, maafkanlah bila sebelumnya aku tidak mensyukuri keberadaan kalian,

Temanku, maafkanlah bila selama ini terkadang aku menyakiti hati kalian,

Temanku, ketahuilah bahwa aku selalu ada untuk kalian, datanglah padaku saat kalian butuh sesuatu.

Temanku, jangan pikir aku hanya ingin mendengar kisah bahagia kalian, aku juga mau berbagi kisah pilu yang sedang kau pikul,

Temanku, mari terus melakukan hal bodoh, agar kita bisa terus menertawakan kisah kita,

Temanku, terimakasih karena sudah mau menjadi temanku.



Photo by Kimson Doan on Unsplash

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES79 Leukas Smipa

Sebuah pengalaman baru lagi, hari ini kami mencoba leukas bersama warga smipa lain untuk pertama kalinya. Bukan hanya untukku mungkin juga untuk beberapa kakak dan murid baru leukas ini menjadi satu hal yang sangat baru. Yang lucu ialah teman-teman KPB diberikan tanggungjawab untuk menjaga adik-adi…

reginamirdan40
AtomicEssay

AES936 Hidup adalah Udunan

TIdak ada peristiwa kebetulan, minggu lalu salah satu kakak bilang sama saya, kak Andy kapan kita ngobrol... Hmm, pikiran yang sama juga mampir dalam diri, bahwa memang sudah waktunya ngobrol dengan kakak ini. Nyambung ya... Akhirnya hari minggu kemarin kitapun jumpa setelah olahraga pagi - sambil…

Andy Sutioso31
AtomicEssay

AES 1540 Sebuah Perayaan

Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…

joefelus40