AES469 Su Ngai

Karena sudah pernah, ngapain lagi mengatakannya dengan panjang lebar. Palingan, satu kalimat maksimal. Seperti, “Yang penting ada batang kayu sebagai pegangan agar tetap mengambang.” Alih-alih menggambarkan profil, karakter, sejarah, nama, dll tentang sungai itu.
Karena sudah pernah, ngapain lagi menarik-narik atau mendorong-dorong atau melakuka-lakukan begini begitu. Palingan, satu tindakan maksimal. Seperti, menarik napas dalam yang bukan napas besar kemudian kentut pelan-pelan. Alih-alih mempraktikan cara berjalan menyusuri sungai, karena gak bisa berenang.
Karena sudah pernah, ngapain lagi memikirkannya banyak-banyak dari besar sampai detil. Palingan, satu perasaan maksimal. Seperti, merasakan diri sendiri saat merasakan sungai ini. Alih-alih menyangkal, tertawalah sambil bilang phanta rei seperti heraklitus (kalau ga salah ini namanya). Karena ini bukan lagi sungai yang sama, juga bukan orang yang sama.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 514 Apa Yang Perlu Saya Lakukan?
Adalah pertanyaan yang lagi sering saya dengarkan berseliweran di udara, ini dapat jadi salah satu indikator ketakutan . Takut salah, misalnya. Bahkan dengan kemampuan sebesar apapun dan keterampilan semahir apapun, akan batal oleh ketakutan berbuat salah ini. Mirisnya, salah yang terjadi pun bisa…

AES513 Saksang Kapau, Kairos!
Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat
Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

