AtomicEssay

AES470 Kehilangan #2

Andy Sutiosopenulis arsip2

Januari ini memang aneh, seperti yang dituliskan oleh Joe dalam salah satu esainya di awal bulan Januari. Tidak berselang lama saya juga menerima kabar teman dekat saya - teman kuliah, teman main, teman sekantor dulu juga dipanggil Tuhan meninggalkan dua orang putrinya sebatang kara karena ibunya, sekitar 6 bulan sebelumnya juga meninggal dunia. Kemudian kabar duka lain menghampiri, ayahnya Arga - alumni SMP Semi Palar juga dipanggil kembali oleh Sang Pencipta. Arga juga saat ini sudah kehilangan kedua orangtuanya. 

Malam kemarin lewat jam 11 malam seorang rekan orangtua mengirimkan kabar bahwa salah satu teman kecil Semi Palar, Vianney dipanggil Tuhan. Sudah lama Anney sakit, sejak sebelum pandemi, dan di awal-awal pandemi pa Anton dan bu Devy membawa Anney berobat ke Malaysia. Beberapa waktu Anney masih ikut belajar jarak jauh bersama teman-temannya. Beberapa kali saya dan kakak² menghubungi pa Anton dan Devy melalui video call untuk berkabar dan berbincang. 

Waktu berjalan dan ternyata Tuhan punya rencana lain untuk Vianney. Pagi ini saya menerima respons dari Anton dan menuliskan beberapa baris chat. Saya mencari foto Anney dari koleksi foto yang tersimpan. Menemukan foto Anney yang sedang tersenyum gembira, mengenakan kaos oranye Semi Palar. 

Pikiran manusia memang sulit memahami hal-hal seperti ini. Perasaan sedih tidak bisa dilawan. Di sisi lain ada rasa lega yang muncul juga bahwa Vianney sudah lepas dari sakitnya. Persis yang saya alami waktu adik saya berpulang 5 tahun yang lalu-juga karena sakit. Akhirnya satu-satunya jawaban yang bisa kita punya adalah bahwa rencana Tuhan adalah misteri besar bagi kita umat manusia. Kita tidak akan mampu menalarnya. 

Selamat jalan Vianney. Selamat beristirahat di Alam Keabadian. Terima kasih kami sudah punya kesempatan untuk berkenalan dengan kamu. Kenangan itu akan senantiasa hidup dalam ingatan dan batin kami. 

Tulisan pendek ini semata ditujukan sebagai kenangan akan salah satu anggota keluarga besar Semi Palar, sebuah ungkapan sayang dan rasa kehilangan. Saya selalu merasa, yang sempat hadir dan berproses di Semi Palar sebagai keluarga - karena memang Semi Palar adalah rumah buat semua.  

Cover Photo by Engin Akyurt: https://www.pexels.com/photo/grayscale-photo-of-person-standing-on-seashore-2174623/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES835 Seperti Keluarga

Entah karena namanya Rumah Belajar, perasaan bahwa tempat ini adalah rumah, dan warganya adalah keluarga sangat terasa setidaknya buat saya. Walaupun begitu, saya amati juga bahwa hal yang sama sepertinya dirasakan juga oleh banyak warga Smipa yang lainnya. Ada perasaan kedekatan dan kebersamaan ya…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES534 Musik Sore : Merayakan Kebersamaan

Sepanjang perjalanan peradaban, musik memang erat dengan berbagai bentuk perayaan. Kalau kita bepergian dan duduk hening di alam terbuka, suara alam adalah juga musik buat kita. Suara, musik yang menandakan adanya perubahan, pergerakan, dinamika, kehidupan Jumat lalu Rumah Belajar baru saja menyele…

Andy Sutioso50
AtomicEssay

AES358 Grief

Hmm ini bukan topik yang biasa saya tulis. Tentang Grief (duka). Sengaja judulnya ditulis pake Bahasa Inggris supaya lebih jelas buat para pembaca. Kalau judulnya duka bisa disangka isinya tentang ketidak tahuan - karena duka dalam Bahasa Sunda artinya tidak tahu alias teu nyaho. Tepat 4 tahun lalu…

Andy Sutioso90