AtomicEssay

AES488 Menatap ke Langit #2

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sabtu sore kemarin, saat melihat ke jendela, sekelibat saya melihat semburat warna jingga di langit. Saya berhenti, mendekat ke jendela dan melihat pemandangan ini. Keren banget langitnya. Saya sering sebut ini sebagai lukisan semesta. Kita sebetulnya terus disajikan keindahan yang terus berubah dan tak pernah sama. Tulisan pertama dengan judul yang sama bisa dilihat di sini

Walaupun topiknya sama, saya ingin mengaitkan panorama yang sempat saya nikmati sore ini dengan warna yang digunakan untuk logo Semi Palar, spesifiknya warna biru dan jingga (oranye). Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan soal ini, kenapa logo Semi Palar menggunakan kedua warna ini. Saya tidak punya jawaban tertentu, kecuali bahwa secara visual warna ini bagus, selain itu warna biru mempresentasikan sisi maskulin dan warna jingga lebih menyiratkan kesan feminin. Pertimbangannya hanya itu aja. 

Sambil menulis ini, saya memang jadi teringat tulisan saya yang judulnya Haneuteun, Di dalam esai ini saya juga menulis tentang warna biru dan jingga saat melihat suasana senja di Semi Palar. Jadi sepertinya dua warna ini memang sudah terbenam di bawah sadar ingatan saya. Saya memang suka sekali langit senja. Di sisi lain, langit yang kita lihat berwarna biru sebetulnya hanya dibatasi oleh pantulan cahaya di lapisan atmosfir bumi. Seakan pandangan kita berbatas. Malam hari kita bisa lebih menyadari bahwa alam semesta kita begitu jembarnya. Kita bisa melihat bintang-bintang berjarak jutaan tahun cahaya. Cahaya pendar bintang yang masuk lewat lensa dan diproses oleh retina kita adalah cahaya sudah melalui perjalanan entah berapa lama hingga akhirnya bisa masuk ke panca indera kita. Begitu besarnya alam semesta - dan sebaliknya begitu kecilnya kita manusia... 

Melihat ke langit adalah cara kita bersentuhan dengan kebesaran semesta dan menyadari kedebuan manusia. Sayangnya kita-kita yang tinggal di kota sudah sulit bersentuhan dengan hal ini, sebagian waktu kita tinggal di dalam ruangan, di bawah naungan atap tempat tinggal kita. Kalau siang kita sibuk menatap layar hape dan menundukkan kepala kita. Bagaimanapun hal ini mengikis kesadaran kita semua. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat. Salam.  

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES898 A Silent Transition

Alam semesta tidak pernah berubah - selalu bergerak, sejak titik awal penciptaan sampai hari ini. Milyaran tahun berjalan sampai membawa segala sesuatu berada di titik kita hari ini. Ada enerji besar dan kesadaran universal yang membawa kita ke sini. Entah sudah berapa siklus semesta, besar dan kec…

Andy Sutioso12
AtomicEssay

AES893 Algoritma Semesta

Ada koneksi yang tak terjelaskan secara logika antara manusia dan semesta. Koneksi ini mendalam dan bekerja dalam diam. Karenanya di tengah ritme kehidupan yang bekerja serba cepat hari ini, manusia tidak banyak menyadarinya, kecuali ia merasakan dan berusaha menemukan apa yang sebetulnya bekerja.…

Andy Sutioso21
AtomicEssay

AES852 Terkoneksi dengan Kesadaran Universal

Menggenapi lagi dengan satu kepingan tentang kesadaran - nyambung dengan apa yang sempat kita bahas bahwa manusia punya 'antena' yang mengoneksikan diri kita sebagai mikro kosmos dengan dimensi kesemestaan yang tak berbatas (makro kosmos). Filem pendek ini menjelaskan sekilas tentang itu. Banyak su…

Andy Sutioso00