AES5 appeal to nature : Petualangan Ijal dan Awan di Kampung Hujung
Hari ini menjadi petualangan seru Ijal dan Awan berpetualang ke hutan belantara. Mereka memulai perjalanan dari kota ke kampung hujung selama 2 jam. Mereka menebeng truk pengangkut kayu yang ingin balik ke kampung. Setelah sampai di kampung, mereka lanjut berjalan melintasi perkebunan kopi. "Udara di sini sangat segar" sahut Ijal. Di pertengahan kebun kopi mereka menemukan anggrek hutan, Awan langsung memanjat pohon itu dan mengambil anggrek retusa "lumayan buat dijual Jal" Sahut Iwan. Mereka terus berjalan dan juga menemukan buah markisa yang tumbuh liar di pinggir kebun kopi. Merek memetik markisa itu dan dengan lahap memakan markisa.
Rencananya hari ini mereka ingin bermain ke bukit yang setahun lalu mereka daki. "Kita perlu tenaga untuk mendaki bukit itu Wan" kata Ijal. Untungnya Awan membawa 2 bungkus indomie instan dan korek api. "Gimana makannya gak ada mangkoknya Jal". Ijal berkeliling di pinggir kebun dan menemukan bambu. Bambu itu langsung dipotong dan dijadikan wadah untuk makan indomie. Dengan semangat Awan mengumpulkan kayu kering. Mereka langsung menyalakan api dan menaruh wajan uang mereka bawa. Ijal memasukan air dari sungai "Air dari alam itu bersih" sahut Ijal sambil menuang air ke wajan. "Setelah air nya panas baru mie nya dimasukan gess" teriak ijal. Ternyata suara Ijal membuat monyet di hutan melihat mereka dari kejauhan. "Wah ada monyet", sahut Awan. Sambil menunggu mie nya matang, Ijal dan Awan memandang pemandangan yang indah. "Mie nya matang" Sahut Awan. Ijal dan Awan mencampur bumbu indomie dan memakan lahap indomie di batang mambu yang mereka buat sambil menikmati alam di kampaunag hujung. "Alam memang menydiakan segalanya" kata Ijal.
Setelah makan kenyang, mereka memadamkan api dan lanjut berpetualang ke bukit. Setelah setengah jalan mendaki bukit, Awan kelelahan, Jadi mereka beristirahat dulu. "Wan kenapa kau ngos-ngosan naik bukit baru setengah jalan aja udah lelah?" sahut Ijal. "Aku bukan monyet yang gak pernah lelah Jal" teriak Iwan. Setelah istirahat mereka lanjut mendaki lagi dan setelah setengah jam mereka sampai dibukit yang mereka tuju. Mereka pun bermain di mata air dan menikmati alam rimba. "Alam memang sudah memberikan segalanya dan Tuhan sudah memberikan logika natural" Awan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES 18 Smipa
Pagi ini saya terbangun dengan lemas, ya setelah semalam begadang berusaha tetap terhibur dan mendapat semangat lagi untuk ke smipa lagi dan terus mengulang hari ku yang sama di sekolah yang membuatku tersiksa. Aku sangat benci sekolah ini Setelah bangun aku langsung siap-siap dan berangkat dengan…
AES17 Sadar dengan sampah sendiri
Sejak tadi siang ditugaskan Kak Leo membuat tulisan lagi setelah melihat presentasi Kak Fitri dan Yanuar tentang perjuangan mengelola sampah di lingkungannya, Kami semua (KPB) ditugaskan membuat tulisan dari presentasi tadi dengan isi value, spirit dan esensi cerita Kak Fitri dan Yanuar tentang men…
AES16 Sadar Lingkungan(1/4)
Mengapa kami memilih masalah sampah dan membuat video pendek mengenai edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan? Disinilah jawaban nya Di saat kami berpencar menjadi 4 kelompok berbeda sembari mencari orang dengan profesi untuk kami observasi. Mencari, mencari dan mencari kami sulit bertemu o…