AES502 Peristiwa Keluarga

Melanjutkan esai sebelumnya, saya merasa perlu mencatatkan kisah ini di sini. Bagaimanapun ini adalah bagian dari kisah perjalanan kehidupan saya - yang juga terkoneksi erat dengan Semi Palar. Singkat kata, tanggal 30 Maret lalu, anak saya yang sulung, Inka, melangsungkan pernikahannya di Bandung dengan Sascha yang dikenalnya sejak tinggal di Jerman sejak sekitar lima tahun silam.
Peristiwa keluarga ini yang membuat saya harus meninggalkan aktivitas saya di Semi Palar - kurang lebih sekitar seminggu sebelum hari H. Pertama-tama karena berbagai kegiatan yang dilaksanakan memang dipersiapkan sendiri oleh keluarga kami mulai dari upacara pemberkatan di gereja juga acara syukuran - kumpul keluarga. Peristiwa ini memang dilaksanakan di dalam masa Prapaska - yang di dalam tradisi umat Katolik masih termasuk dalam masa puasa dan pantang. Dalam masa ini, kami tidak diperkenankan menyelenggarakan pesta. Kebetulan sekali cocok dengan keinginan Inka untuk merayakan peristiwa ini hanya dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
Setelah keluarga diberi tahu tentang rencana pernikahan ini, saya minta ijin kepada Inka untuk mengajak kakak-kakak Smipa ikut hadir. Kenapa kakak-kakak smipa? Karena bagi saya kakak-kakak Smipa adalah orang-orang terdekat bagi saya dan kak Lyn. Belasan tahun lamanya kami berkegiatan bersama dari hari ke hari mewujudkan Rumah Belajar Semi Palar. Beberapa kakak memang mengenal Inka (dan Rico) sejak kecil.
Di luar itu ada satu hal esensial yang mungkin tidak banyak diketahui. Salah satu latar belakang munculnya gagasan mendirikan Semi Palar ya karena apa yang dialami Inka dulu. Sebelum masuk jenjang SD, Inka sempat mogok sekolah - saya sering menggunakan istilah Drop Out dari sekolahnya di PlayGroup dan di TK. Hal inilah yang betul-betul membuat saya berpikir keras tentang sistem pendidikan dan penyelenggaraan sekolah di Indonesia - khususnya di Bandung lalu kemudian mendorong saya untuk mewujudkan sebuah sekolah yang lebih bermakna.
Singkat kata, eksistensi Semi Palar, bagaimana kita bisa bertemu, saling mengenal dan berinteraksi bersama di Semi Palar adalah karena situasi kami dan Inka dulu. Hal ini saya sampaikan kepada kakak-kakak di koordinasi Jumatan di sekitar pertengahan Maret. Sekalian saya juga menyampaikan ajakan hadir kepada kakak-kakak ke acara Kumpul Keluarga tanggal 30 Maret lalu. Saya sampaikan kepada kakak, ini bukan undangan - karena nanti konotasinya jadi Kondangan.


Inka dan kakak-kakak Semi Palar - sorry Sascha, you're not in the picture
Terima kasih kakak-kakak yang menyempatkan hadir - setelah seharian beraktivitas di Semi Palar. Kehadiran kakak sangat bermakna. Karena memang diselenggarakan di hari kerja - di sore hari, banyak kakak yang tidak bisa hadir - dan menyampaikan ucapan dan harapannya dari jauh. Nuhun pisaan...

Saya juga berbahagia karena cukup banyak warga Smipa yang mengambil peran dalam peristiwa ini, @paulinusunil membantu upacara pemberkatan sebagai misdinar, dan juga tata rias (make-up) Inka dikerjakan oleh @florakarmelia (alumni Smipa). Di lokasi, @reagan juga membantu saya dengan menyiapkan tenda dan meja-meja untuk acara syukuran. Jadi ya, ini jadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.
Bagi rekan-rekan yang kebetulan membaca tulisan ini, semoga berkenan mengiringi perjalanan Inka dan Sascha dengan doa, agar kehidupan berkeluarga kami penuh berkah kebaikan dan kebahagiaan. Saya juga mohon maaf,sebelumnya tidak mewartakan peristiwa ini secara terbuka - karena saya dan kak Lyn juga hanya kumpul bersama keluarga - tidak lebih dari itu. Mohon dimaklumi. Salam .
Photo by cottonbro studio from Pexels: https://www.pexels.com/photo/person-embroidering-on-blacktextile-3838690/
Foto dalam teks : Benny Yogisaputra
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES873 Sepuh
Tulisan @joefelus belakangan ini memantik lagi satu topik yang sempat ingin dituliskan tapi teralihkan oleh hal lainnya. Beberapa tulisan Joe bercerita tentang ayahnya yang berbaring karena sakit dan karena usianya yang sudah lanjut. Beberapa tahun yang lalu, ibu mertua saya meninggal di usia 95 ta…

AES835 Seperti Keluarga
Entah karena namanya Rumah Belajar, perasaan bahwa tempat ini adalah rumah, dan warganya adalah keluarga sangat terasa setidaknya buat saya. Walaupun begitu, saya amati juga bahwa hal yang sama sepertinya dirasakan juga oleh banyak warga Smipa yang lainnya. Ada perasaan kedekatan dan kebersamaan ya…

AES610 Volunteering
Ini bukan cerita tentang saya tapi tentang pengalaman kedua anak saya, Inka dan @rico yang sekarang sedang berdomisili di Jerman. Beberapa hari di sekitar Natal masuk pesan di grup keluarga kami bahwa daerah di sekitar tempat tinggal mereka di Hanover dilanda banjir. Ya bukan hanya di Indonesia yan…
