AES52 Memahami Artstyle
Artstyle adalah sebuah gaya menggambar, sebuah keunikan yang biasanya ditemukan di gambar orang-orang, dengan membandingkan 2 gambar dari 2 orang yang berbeda, maka kita dapat mengenali artstyle, kadang-kadang juga sebuah gaya gambar bisa terlihat mirip, secara khas, garis atau dari pewarnaannya. Bagi saya sendiri, seorang seniman digital dan konvensional pemula, masih berusaha untuk mencari gaya gambar khas diri saya sendiri, pastinya saya ingin memiliki gaya gambar yang unik, “stand-out” dan independen, sebuah gaya gambar yang tidak dimiliki oleh orang lain, tidak mirip dengan gaya gambar orang lain. Setelah dipikirkan kembali, seberapa pentingkah artstyle bagi saya, atau dari sisi kebebasan menggambarnya, kadang karena ingin terlalu berusaha menjadi individu, dapat menjauhkan kita dari berbagai variasi gaya gambar lainnya, meski berbeda tetapi unik dan bermanfaat, contohnya menggambar anatomi, beberapa gambar-gambar komik barat mempunyai penggambaran anatomi manusia yang detail dan akurat, diluar sisi gaya gambar, dengan mempelajari gaya gambar ini, kita dapat memahami cara dan proses menggambar anatomi manusia yang akurat, dari kaki sampai kepala.
Sebuah “Artstyle”, dapat berperan untuk situasi yang berbeda, contohnya dalam lingkungan kerja, bekerja dalam sebuah studio animasi tertentu tidak akan selalu memberikan kebebasan, karena kita akan bekerja dengan orang-orang yang berbeda, terutamanya juga karya yang akan dibuat bukanlah milik kita sendiri, tapi kita bekerja untuk melanjutkan karya tersebut, mencoba adaptasi dengan gaya gambar yang ada, contohnya dalam animasi Disney, 1 karya animasi akan dibuat secara 3D atau 2D, artstyle akan muncul dari usulan pimpinan, bukan dari kita sendiri, berbeda kecuali kita ingin memberikan “suggestion” sebuah animasi tertentu dari ide kita sendiri. Kurang lebih perbedaannya seperti itu, bagi saya sendiri, saya menggunakan “artstyle” sebagai pembeda cerita sebuah komik atau tema gambar, menggunakan gambar yang serius dan detail untuk proyek mandiri saya, menggunakan gambar yang lucu, kartun dan tidak terlalu realis, berfungsi sebagai cerita yang berbeda juga. Tetapi dari apa yang saya lihat sekarang, gaya gambar yang lucu tidak selalu berhubungan dengan tema yang senang, tetapi dapat digabungkan dengan tema kekerasan atau dengan topik-topik sensitif.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00