AtomicEssay

AES54 memori pertemanan

nathaniapenulis arsip2

Selama ini aku pikir teman yang akan setia dan mengenal diriku adalah teman sekolah. Ternyata semakin besa raku tahu kalau teman sekolah hanya akan tahu keadaan saat itu saja. kemudian setelahnya aku pikir adalah para tetanggaku yang dari kecil bertemannya. Tapi ternyata juga tidak, karena aku dan mereka hanya teman main saja, tidak bisa sampai jadi teman berbagi keluh kesah. Akhirnya aku sadar teman yang selalu ada walaupun tidak setiap hari bertemu, adalah para teman di sanggarku. Aku kenal mereka dari kelas 2 SD. Sudah lama memang, sekitar 9-10 tahun aku kenal dengan mereka. Kami sudah seperti keluarga, setiap Latihan kami selalu saling menyambut satu sama lain dengan senang hati.

Walaupun saat perlombaan kami jadi lawan, tapi kami tetan saling mendukung, kalau ada yang menang dan masuk final pun kami tetap mendukung, tidak iri dengki. Cara mendukung kami, bukan hanya melontarkan kata-kata penyemangat, tapi ikut serta saat Latihan, saat dirias, saat istirahat, saat diatas panggung dan menyemangati dari tempat duduk penonton. Saat pengumuman dan ada teman yang lain menang atau masuk final, kami ikutan heboh dan senang, itu yang membuat kami jadi seperti keluarga, saling memikirkan satu sama lain.

Saat awal pandemi kami jadi tidak bisa saling bertemu, tidak lagi saling menyapa. Jadi saat pandemi mulai mereda dan mulai nari lagi, kami jadi pada canggung karena sudah lama tidak bertemu. Lucu sebenarnya, dari yang awalnya kami sangat dekat, tiba-tiba saling canggung.

Jadi ingat saat masih awal kami semua nari di sanggar, karena awalnya kami adalah Angkatan yang paling kecil, jadi kami paling nakal di sanggar. Jam istirahat yang kami lebih-lebihkan, setiap ada waktu luang di sanggar kami kabur ke Masjid Salman untuk solat, atau jajan, dan setiap dimarahi saat nari, bukannya menangis tapi kami malah cekikikan/cengengesan. Semakin besar kami naik level, dan jadi bunya adik-adik angkatan bawah, setiap melihat mereka aku jadi ingat saat aku masih kecil bermain dengan teman-teman sanggar. Kadang juga aku sering melihat ke angkatan terdahulu, bisa menari diluar negri, dan memenangi perlombaan. 

Semakin besar, kami juga yang awalnya saling bercerita dengan imajinasi, jadi diganti topik obrolannya. Menjadi saling curhat, senang, sedih, kesal, dan segala perasaan cerita di luar teman-teman sanggar kami ceritakan. Senangnya mereka welcome dengan cerita-cerita yang saling kami lontarkan. Jadi semakin terasa kedekatan kami selama ini. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES203 Eksplor Braga 17+24/01/2023

Braga yang kita kenal, adalah satu jalan searah yang sering di jadikan pilihan untuk "hangout" dengan teman-teman atau keluarga, dan di jadikan tempat wisata. Namun ternyata Braga lebih dari itu. Setelah aku pergi keliling Braga yang ternyata lebih dari hanya satu jalan searah, aku seperti pergi ke…

nathania20
AtomicEssay

AES202 Babarengan cirikhas SMIPA

Babarengan sudah jadi ciri khas kegiatan di Smipa, semua jenjang melakukan kegiatan ini. Kegiatan babarengan dilakukan bisa bersama orantua, kolaborasi antar jenjang, dan perkelas itu sendiri. Babarengan biasanya identik dengan main bersama, lepas dari kegiatan belajar dan ujian yang telah selesai.…

nathania10
AtomicEssay

AES201 Perjalanan Magang

Akhirnya aku telah melaksanakan magang selama 3 bulan, kegiatan ini adalah proses wajib KPB. Lika-liku selama 3 bulan yang tidak sebentar itu ku lewati. Untungnya aku bisa menyelesaikannya dengan bermakna. Banyak pengalaman dan cerita baru yang kujalani. Beruntung sekali aku bisa menjalani proses m…

nathania41