AES552 AI dan Media Sosial

Esai ini saya tuliskan melengkapi paparan singkat tentang Media Sosial di Taki-taki TP19 yang saya bawakan di hari Senin 31 Juli 2023. Kenapa ini jadi penting, karena saat ini banyak hal yang tersedia informasinya di Internet, potensial jadi bahan baku untuk diolah oleh teknologi yang baru saha ini hadir - yang bertumpu pada Kecerdasan Buatan (Artifficial Inteligence).
Soal AI ada di esai terpisah, tapi tulisan ini ingin menggaris bawahi pentingnya kesadaran kita saat mengunggah konten ke media digital. Karena apapun yang kita unggah akan berpotensi jadi bahan baku yang suatu saat diakses oleh AI (suka ataupun tidak) dan bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang baru. Jadi foto, video atau konten apapun yang kita atau anak-anak kita unggah bisa jadi apapun juga di waktu mendatang karena AI merekayasa apa yang kita unggah jadi sesuatu yang baru. Hal baru ini bisa jadi positif tapi bisa juga sangat tidak kita harapkan.
Apa bedanya AI dengan media sosial pada umumnya? Ya saat ini suka ataupun tidak, kita berhadapan bukan dengan sekedar algoritme yang sekedar memilah-milah data, tapi AI adalah sesuatu yang betul-betul mengolah data - dan menciptakan sesuatu yang baru. Sekarangpun kalau kita mau, kita bisa menjadi seorang super hero. Sudah ada aplikasi yang mengambil gambar wajah kita dan menempatkannya di tubuh orang lain, dan semakin ke sini, hasilnya semakin sempurna.
Seperti halnya pisau yang sangat bermanfaat, bisa digunakan untuk memasak atau berkarya menciptakan sesuatu - di tangan orang yang salah, pisau juga bisa digunakan untuk berbagai kejahatan.
Di bawah ini saya menempatkan tautan ke posting twitter dari akun LinusEkenstam yang tajuknya The True Dangers of Sharing Content Online. Mudah-mudahan ditangkap pesannya bahwa kita semua sudah masuk ke era yang berbeda - sangat berbeda dengan hadirnya AI. Media Sosial perlu disadari betul berbagai potensi dan bahayanya.
Jadi silakan cermati potensi buruk Media Sosial yang bekerja dalam kombinasi dengan AI. Kita perlu ekstra berhati-hati.
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/facebook-application-icon-147413/
The true dangers of sharing content online.
— Linus (ᴗ) (@LinusEkenstam) July 16, 2023
The people that figures out how to combat this will become billionaires. pic.twitter.com/XnBzFTK7Cj
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES273 Humane Technology
Beberapa waktu terakhir ini muncul satu buzzword (hmm apa ya bahasa Indonesianya?) baru di jagad Internet. Oh iya buat yang belum tau, Internet atau disebut juga WWW - singkatan dari World Wide Web - sempat ada istilah Bahasa Indonesianya yaitu JJJ : Jaringan Jagad Jembar. Bagus ya. Tapi entah kena…

AES198 Memahami Algoritma
Dunia komputasi kita khususnya media sosial, e-commerce dan lain sebagainya adalah dunia algoritma. Sistem yang bersandar pada Kecerdasan Buatan atau AI untuk membaca pola dan kecenderungan dari perilaku pengguna dari seluruh input dan tindakan pengguna selama berinteraksi di dalam platform tertent…

AES894 Berdiri di Atas Dusta
Menutup akhir tahun 2025 ini, saya ingin menuliskan ini. Bagaimana kita semua masyarakat dan bahkan peradaban hari ini dibangun dan berdiri di atas berbagai kebohongan belaka. Ini terjadi di seluruh dunia, di mana-mana di berbagai negara masyarakat melakukan demonstrasi. Silakan diperhatikan sendir…
