AES559 Tak Kenal Maka Tak Sayang #1

Di paruh terakhir TP-18, saya banyak bertukar pikiran dengan berbagai pihak - terutama tim Lingkung tentang rencana transisi peran saya dari memimpin operasionalisasi berbagai hal di Semi Palar - sebagai kepala sekolah ke peran yang baru di yayasan.
Saya pribadi kenal dengan baik, cukup baik tim yang sehari-hari mengelola berbagai hal di Semi Palar mulai tim Mujaer dari mengurus kebun hingga kakak-kakak yang mendampingi teman-teman di kelas. Saat memutuskan bahwa inilah waktu yang baik saya berganti peran, saya tidak punya keraguan. Kepada kakak-kakak saya sampaikan hal ini di penutupan Tahun Pendidikan TP18, bertempat di Lembang. Sekilas tentang ini saya catatkan di tulisan yang berjudul Meluapkan Rasa, Menautkan Percaya. Semua akan baik-baik saja.
Walaupun begitu saya menyadari betul ada setidaknya 4 angkatan keluarga baru Semi Palar yang bisa dibilang baru dan belum mendapatkan berbagai pengalaman - setidaknya tidak secara utuh - karena 2 tahun pandemi yang sangat mengganggu dinamika interaksi di Rumah Belajar Semi Palar. Dua tahun pandemi membuat kita jadi menyadari bagaimana berbagai kegiatan yang kita gulirkan di Semi Palar jadi sesuatu yang penting untuk merasakan dan menumbuhkan spirit Semi Palar. Spirit jadi kata kuncinya. Spirit inilah yang jadi catatan teman-teman Lingkung, menitipkan kepada saya bahwa Semi Palar punya catatan penting tentang Spirit Smipa yang perlu jadi perhatian, agar perjalanan kita ke depan jadi baik adanya.
Soal spirit ini bukan hanya jadi catatan dari kakak-kakak tapi juga dari rekan-rekan orangtua yang sudah cukup lama bergabung. Bagi saya ini sesuatu yang positif karena spirit adalah sesuatu yang nyata, dirasakan dan dipandang bersama sebagai sesuatu yang penting di Rumah Belajar Semi Palar.
Salah satu ide yang terpikirkan untuk membangun spirit adalah dengan mengajak rekan-rekan orangtua untuk lebih banyak berbincang dan tukar pikiran lewat berbagai ruang kesempatan. Berbincang dengan teman-teman KorLas juga jadi salah satu yang dicoba. Sederhana sekali sebetulnya, Tak kenal maka Tak sayang. Tapi untuk sampai tahapan sayang, mengenal seseorang atau sesuatu perlu dilakukan cukup mendalam sampai level tertentu. Sampai suatu koneksi yang cukup mendalam terbangun.
Hal inilah yang diupayakan lewat obrolan-obrolan seperti yang sempat terselenggara di sore 18 Agustus 2023. Senang sekali bisa berbincang dengan rekan-rekan Korlas Wakorlas, yang dihadiri orangtua yang sudah cukup lama bergabung dan orangtua baru - yang belum lama bergabung di Smipa. Tulisan ini baru sempat saya tuntaskan sekarang. Dengan catatan bahwa pertemuan berikutnya memang belum sempat terlaksana karena berbagai hal. Untuk itu saya mohon maaf - kalau bahasa Sunda-nya mah, sanes kirang sono. Mudah-mudahan ruang pertemuan berikutnya segera bisa dirancang. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES137 Keselarasan
Siang tadi saya jumpa dengan rekan orangtua dari seorang calon murid yang baru selesai menjalankan sesi ujicoba (trial) di jenjang terkecil - Kelompok Bermain. Kebetulan anak ini adalah adik dari satu murid Semi Palar di jenjang SD. Setelah berbincang dengan kakak Sizi, kak Anzell dan kak Tesa yang…

AES21 in tune with the earth
Beberapa kali membaca pada tulisan kak Yanti, tentang kesukaannya untuk mencari tempat terbuka untuk sekadar berjalan-jalan atau kalau bisa tidur di atas rumput, asik sekali.. Aku pun demikian. Apalagi bila mata mulai lelah, karena terlalu lama menatap layar. Pasti perlu segera lepas alas kaki, jal…

AES944 The God Code : Biologi yang Sakral
Ini salah satu tulisan terkait bagaimana pengelolaan Kurikulum Holistik. Pembelajaran Holistik bukan sekedar pendekatan belajar yang berbeda - tapi ada perbedaan mendasar dari cara pandang dan tentunya juga hal-hal yang menjadi penting atau esensial difasilitasikan kepada anak-anak kita yang dalam…

