AES56 Blacksad Comics
Blacksad, sebuah judul serian komik detektif, berkarakter hewan-hewan anthropomorfik, yang dibuat oleh Juanjo Guarnido dan Diaz Canales. Komik Blacksad adalah sebuah penerapan karakter anthropomorfik yang baik, biasanya karakter hewan anthropomorfik dapat memainkan suatu sifat, biasanya mengindetifikasikan sebuah sifat tertentu, penggambaran orang-orang secara sisi sosial, tetapi permasalahannya, dari apa yang saya lihat, karakter hewan anthropomorfik seringkali digunakan tanpa sebuah prinsip, sehingga digunakan dengan asal-asalan tanpa melakukan sebuah riset atau memberikan “respect”. Komik Blacksad adalah salah satu contoh penggunaan karakter hewan anthropmorfik yang benar dan bijak, digunakan dengan sebuah prinsip, dengan sedikit tambahan unsur manusiawi. Karakter yang digambarkan di dalam komik Blacksad lebih menceritakan kisah-kisah detektif era tahun 50an, pembunuhan, kasus rasisme antar ras, idealisme fasisme.
Blacksad adalah contoh dan standar terbaik dalam menggunakan karakter hewan anthropomorfik, karakter utamanya adalah John Blacksad, seorang kucing, “private detective”, diceritakan kisahnya di komik pertama, dalam melakukan investigasi pembunuhan seorang artis di era tahun 50-an, dalam serian komik ini diceritakan beberapa tokoh tambahan, seperti “Weekley” seekor musang yang berperan sebagai reporter heroik, dikenalkan di buku kedua dalam serian ini, ia digambarkan ramah dan penasaran, penggunaan hewan musang adalah pilihan yang tepat, musang memiliki karakteristik yang non pasif, selalu bergerak dan lincah kemana-mana, sama juga dengan “Blacksad”, menggunakan hewan kucing sebagai karakter utamanya.
Komik ini mempunyai khas yang jauh beda dengan komik-komik berkarakter hewan anthropomorfik lainnya, karakternya digambarkan mempunyai muka hewan, bagi karakter pria biasanya digambarkan sesuai bentuk realistik hewannya, dengan memodifikasi sisi mulut dan matanya, karena mata adalah kunci dalam memberikan ekspresi untuk sebuah karakter, sisanya karakter perempuannya digambarkan dengan bentuk kepala hewan, dengan modifikasi di sisi mulutnya, menggunakan bibir manusia, tambahan seperti, mata, alis dan bulu mata. Menurut banyak orang, gaya gambar ini kadang dianggap aneh dan jelek, tetapi bagi saya penggunaan mulut khas manusia di karakter wanitanya itu sudah pas, meski terlihat aneh, karena yang harus dibahas kembali adalah sisi “artstyle” gambarnya juga, mulut manusia memberikan khas lebih manusiawi dan ekpresif, ditambah khas femininnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES230 To Facilitate
To Facilitate Dalam sebuah acara besar, contohnya seperti acara “Earth Hour” akan dan pasti melibatkan banyak orang dan panitianya sendiri biasanya mempunyai struktur dan sistem pengaturannya sendiri, salah satu peran yang dapat ditemukan dalam acara-acara ini adalah seorang fasilitator, peran seor…
SamBin10
AES229 Tahura 2023
Tahura 2023 Taman Tahura adalah sebuah situs sejarah dari jama penjajahan Belanda dan Jepang pada jaman Indonesia saat kemerdekaan, kedua gua yang dibangung di tempat yang sama, hanya berbeda periode dan tahun. Situs sejarah menandakannya sebuah peninggalan kuno, kadang kala aku sering mempertanyak…
SamBin00AES228 Ekspektasi Terlalu Jauh
Ekspektasi Terlalu Jauh Hari ini aku mencoba menantang diriku sendiri untuk melakukan 4 kegiatan yang berbeda dalam satu sesi kegiatan sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 1 siang. Menantang diri sendiri melakukan yang cukup banyak dalam sehari itu cukup sulit, tetapi kadangkala pemikiran “sulit” itu…
SamBin00