AES571 Menulis di Bawah Naungan Rembulan

Sore ini saya dan beberapa kakak ngumpul lagi di sebuah tempat ngopi tidak berapa jauh dari Smipa. Ini adalah kali kedua kami mencoba ngumpul untuk menulis bersama. Di luar Smipa - supaya juga berganti suasana - dan mudah-mudahan lebih membangkitkan inspirasi.
Ngonongonu kami menyebutnya (Ngopi Nongkrong Ngobrol Nulis) - karena memang itulah kegiatannya. Komitmen kami hanya satu, yang serta harus mempostingkan tulisannya. Apapun judul, isi dan tema tulisannya. Yang penting nulis. Babarengan jadi settingnya, ngobrol dan ngopi jadi bahan bakarnya. Walaupun awalnya ada beberapa yang ingin ikut serta, tapi kemudian batal karena satu dan lain hal. Sebetulnya ada rekan orangtua yang ingin bergabung, tapi sepertinya terkendala suatu hal jadi juga batal untuk hadir. Akhirnya kembali kami ngumpul berlima - seperti pertemuan Ngonongonu yang pertama.

Sore ini kami bersepakat untuk menulis bebas tanpa tema. Kak @matheusaribowo mempostingkan tulisan dengan judul Mandala dan Smipa, kak @yantisuryanii7 menuliskan kisah fiksi berjudulkan Dongeng. Kak @fauzianastiti menuliskan cerita fiksi yang lucu berjudul Kucing Kecil Mencari Tempat Tidur. Kak @innocentiaine kali ini juga mencoba menuliskan kisah imajinatif yang diberi judul Jauuuh Tinggiii. Sempat terpikirkan untuk mencoba hal yang sama, menuliskan sesuatu yang imajinatif - tapi saya memang menyimpan dua tulisan yang belum tuntas. Satu tulisan yang judulnya Teu Pararuguh - baru tuntas 70% dan saya juga sudah menyimpan ide tulisan dan menuliskan judul tulisannya di Ririungan. Sore ini saya berhasil menuntaskan keduanya. Tulisan kedua yang saya postingkan berjudul Menabur Kebaikan Sepanjang Perjalanan

Seperti di pertemuan pertama, kami bergantian membacakan apa yang kami tuliskan. Ini cara kami saling mengapresiasi proses yang kami jalani bersama dalam pertemuan ini. Menurut saya proses inilah yang akan terus mengonfirmasi dan menguatkan keyakinan bahwa apapun yang kami tuliskan adalah sesuatu yang sangat berharga dan jadi bagian dari kedirian kami masing-masing. Tidak ada yang salah atau benar, bagus ataupun jelek. Semua hadir dengan keunikan masing-masing. Hal inilah yang sering saya istilahkan sebagai narasi kehidupan.
Sore ini, di bawah naungan sinar rembulan, kami saling belajar dari narasi kehidupan teman-teman yang melingkarkan diri dan saling bergandengan tangan untuk belajar satu dari yang lain.
Saya sangat bersyukur bisa mengalami kembali proses ini. Terima kasih banyak buat teman-teman belajar saya sore ini. Semoga kesempatan yang serupa bisa segera hadir lagi dengan teman-teman baru yang membuka diri untuk belajar bersama - satu sama lain. Kita coba gulirkan terus ke depan, supaya pengalaman ini lebih banyak dirasakan oleh banyak anggota keluarga Semi Palar. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES562 Ngobrol Nongkrong Ngopi Nulis
Satu ide spontan, yang langsung diderkeun aja. Sore ini saya bersama 4 kakak Smipa masing-masing kak @matheusaribowo @yantisuryanii7 @naufal dan @imamsuryantoko. Kami ngariung di sebuah tempat ngopi - untuk ujicoba kegiatan Ngopi AES. Cetusan ide baru yang mau diujicobakan di Semi Palar di TP19 ini…

AES854 Ngopi AES LimaBelas Sepuluh
Selepas Ngobras pagi menuju siang, sore harinya terjadi lagi kumpul-kumpul lagi di ruang dan kegiatan yang berbeda. Ngopi AES entah yang ke berapa - pertemuan yang digulirkan lagi atas gagasan dari @sanya. Awalnya kami berbincang tentang bagaimana kita bisa kembali menggairahkan penulisan AES di Ri…

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat
Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…
