AES589 Semakin Cepat

Tulisan ini terinspirasi oleh tulisan @anka yang berjudul Waktu. Buat saya, bahasan topik ini cukup luar biasa, karena topik ini bukan topik yang menurut saya cukup umum buat teman-teman seusia Anka. Jadi ya, terima kasih buat Anka yang memantik kak Andy untuk kembali mencermati dan mencari tau lebih jauh soal ini.
Yang menarik, tanpa secara sadar mencari, muncul satu judul di rekomendasi video Youtube kak Andy, video yang segera saya saksikan dan saya tempatkan di bawah ini. Lebih jauh lagi ya tulisan Anka jadi pemantik untuk tulisan kak Andy yang ini.
Kanal ini punya anak muda yang baru saya jumpai di Youtube. Ini video pertama yang saya tonton sampai tuntas. Cukup menarik. Robin Waldun ini jelas seorang yang cerdas dan seperti deskripsi di kanal youtubenya, dia menuliskan bahwa kanal ini berisikan Video Essays on how to be a Lifelong Student. Menarik ya. Saya sudah subscribe ke kanalnya dan mudah-mudahan bisa menemukan banyak insight baru dari Robin.
Mudah-mudahan tidak salah tangkap, penjelasan dia sejalan dengan pemikiran saya tentang waktu. Manusia modern apalagi yang sudah berkenalan dengan teknologi, terjebak dalam banjir badang informasi yang sulit dikendalikan. Betapa tidak saat menggenggam gawai - yang hampir pasti terkoneksi ke Internet, kita tidak bisa mengendalikan informasi apa yang masuk lewat layar hape atau laptop ke hadapan kita. Begitulah teknologi sekarang bekerja. Media sosial memang memanfaatkan cara manusia berpikir untuk sulit melepaskan diri dari teknologi. Begitulah model bisnis dari teknologi informasi terutama apa yang disebut media sosial.
Nah lewat derasnya arus informasi itu, manusia kehilangan waktu atau kesempatan untuk mengendapkan, mengambil kesimpulan atau menaruh makna terhadap apa yang didapatnya. Sebelum satu hal mengendap sudah hadir lagi informasi lain yang hadir dan menunggu untuk kembali dilahap. Ini problem besarnya. Soal waktu, tentunya ini jadi terkait dengan berbagai fenomena lain - terkait waktu seperti apa yang disebut sebagai Rat Race, Hustle Culture, atau FOMO (Fear of Missing Out) dan lainnya. Ujung-ujungnya sama. Mengakibatkan manusia kehilangan makna kehidupannya dan paling berbahaya, menjadikan manusia asing dengan dirinya sendiri.
Akhirnya tulisan ini nyambung juga dengan waktu hening, memberi diri kita kesempatan untuk berjeda dan membersamai diri sendiri, melongok ke sisi dalam diri kita, menjumpai diri sendiri yang sejati. Merefleksikan diri juga jadi sesuatu yang penting, salah satunya lewat menulis. Karena menulis sampai hari ini saya masih yakini betul jadi media reflektif yang paling kuat. Melalui menulis kita bisa berjarak dan melihat dari jarak tertentu, pikiran-pikiran dan perasaan kita. Kemudian lewat menulis kita punya kesempatan untuk menemukan makna dari berbagai pengalaman yang kita dapatkan melalui berbagai dinamika kehidupan kita. Salam.
Photo by Giallo: https://www.pexels.com/photo/assorted-silver-colored-pocket-watch-lot-selective-focus-photo-859895/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES252 Fokus
Malam ini mau sedikit menulis tentang topik ini : Fokus. Di smipa fokus ini jadi bahan perbincangan di kelas dan juga banyak jadi perhatian kakak-kakak saat menuliskan rapor. Tapi apa sebetulnya maksudnya. Di dalam dunia yang sudah sangat berubah ini, fokus jadi semakin penting. Situasi sekarang ki…

AES 101 Malam (Dan Siang)
Masih soal menulis. Disamping mencari ide, masih banyak hal-hal teknis yang seringkali manghambat, terutama soal waktu. Ada perbedaan waktu 13 jam yang sering menghambat. Iya, beda antara waktu Indonesia Barat dan tempat saya tinggal adalah 13 jam, di awal bulan Nopember nanti malah akan berubah me…
joefelus41
AES61 jeda sempit
Menaruh waktu untuk hening di awal atau akhir hari banyak membantu. Terutama ketika terasa riuh di kepala dan hati, seperti ada seekor hamster terus berlarian memutar rodanya di dalam diri. Membantu menaruh berbagai stimulan yang mampir, meredakan sumber-sumber distraksi seperti pikiran, perasaan,…

