AES591 All Men Are Created Equal

Masih nyambung sama tulisan saya yang judulnya Mencari Pemimpin Bangsa. Kemarin saya mengikuti lagi salah satu rekaman Marianne Williamson (bakal calon presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat) saat bicara di depan satu kelompok dan menyampaikan gagasan-gagasannya di depan calon pemilihnya. Di salah satu segmennya, Marianne Williamson mengangkat salah satu gagasan yang - sependapat dengan Marianne - menurut saya sangat fundamental. Gagasan yang dituliskan di dalam American Declaration of Independence dalam sebuah kalimat yang berbunyi :
"All Men Are Created Equal"
Entah kenapa kalimat itu sangat menggema dalam pikiran saya - padahal ini bukan pertama kalinya saya mendengar kalimat itu. Mungkin cara Marianne mengungkapkan itu sangat berpengaruh. Video itu membuat saya beberapa kali merasa terharu, perasaan saya bergetar. Yes, Marianne adalah sosok yang sangat powerful. Caranya berbicara dan bagaimana dia menghayati apa yang disampaikannya dan menyampaikannya dengan sepenuh hati (wholeheartedly).
Marianne bilang bahwa gagasan itu adalah sebuah gagasan yang fundamental sekaligus radikal di tahun 1776 saat Amerika mendeklarasikan kemerdekaannya bahkan juga hari ini, berabad-abad setelah gagasan tentang sebuah negara yang menamakan dirinya United States disepakati dan dideklarasikan.
Saya jadi teringat dengan deklarasi kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Kalau dibayangkan gagasan tentang Negara Kesatuan Indonesia yang berdasarkan Pancasila dengan tagline-nya Bhinneka Tunggal Ika adalah juga sebuah gagasan yang fundamental dan radikal. Mengikuti pemilihan presiden di Amerika Serikat yang berjalan paralel juga di Indonesia sedang saya amati terkait dengan perubahan siklus semesta di titik balik siklus semesta yang paling rendah. Semestinya saat-saat ini adalah waktu-waktu terburuk, dan kita semua akan mengalami banyak hal yang lebih baik seiring dengan bergesernya kesadaran kolektif manusia berubah lebih baik. Semestinya manusia menjadi semakin spiritual karena tingkat kesadaran yang semakin tinggi.
Kesempatan ini jadi kesempatan menarik untuk melihat bagaimana manusia-manusia yang berkesadaran lebih tinggi muncul dan mengambil alih kepemimpinan bangsa-bangsa di dunia. Mudah-mudahan benar adanya. Salam.
Photo by cottonbro studio: https://www.pexels.com/photo/a-group-of-people-in-white-clothes-standing-beside-the-brick-wall-10617693/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES887 Berkata Cukup
Sejak beberapa hari lalu, kita dihadapkan dengan kejadian yang mengiris perasaan. Ratusan korban jiwa akibat banjir, ribuan rumah, kerusakan tak terhitung akibat banjir besar di Sumatera. Detailnya tidak perlu dituliskan di sini, skalanya tidak terbayangkan. Mengingat bencana tsunami yang pernah me…

AES861 Menyempitnya Ruang Sakral Kehidupan
Hmm, tetiba terlintas untuk menulis tentang ini. Gegara Sabtu lalu saya menghadiri pernikahan anak teman SMA saya. Upacaranya bagus banget, khidmat, khotbahnya menarik dan banyak mengajak refleksi diri terhadap proses saya berkeluarga selama ini. Khidmat, sakral, itu yang terasa, didukung oleh lagu…

AES785 Pemimpin yang Holistik
Saya sempat menulis sebuah esai tentang siapa penerus Jokowi. Saat itu seingat saya masih di ujung periode pertama pemerintahan Jokowi, waktu itu Jokowi masih lurus arahnya dan masih bener langkah-langkahnya. Jadi saat itu saya sangat berharap ada sosok yang bisa menggantikan Jokowi dengan kinerja…
