AES607 Blue Fire @Ijen
Satu tempat yang saya kunjungi dalam perjalanan ke Jawa di akhir tahun lalu adalah Kawah Ijen. Tempat yang sudah sering saya dengar ceritanya - sebagai tempat yang luar biasa indah. Setahu saya Ijen memang jadi salah satu tujuan wisata terkenal di wilayah Jawa Timur. Bagi saya ini salah satu bucket list juga - salah satu tempat yang ingin saya kunjungi. Kebetulan di akhir tahun ini kesempatan ini hadir.
Beberapa hari sebelumnya, sebetulnya kondisi badan saya sedang menurun karena flu. Bahkan saat harus mengemudikan kendaraan menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setiba di Malang, saya memutuskan beristirahat di penginapan dan tidak ikut kegiatan yang direncanakan.
Sampai beberapa waktu kami harus memastikan ke tour lokal yang akan mengantar rombongan ke Ijen saya memutuskan untuk berangkat. Di sisi lain, saya dengar bahwa rute menuju ke kawah Ijen bukan rute yang ringan. Menanjak cukup curam, non stop sampai ke lokasi. Jarak tempuh sekitar 3 kilometer. Bagi yang tidak kuat berjalan kaki, warga lokal menyediakan layanan gerobak tarik-dorong. Transportasi beroda yang bisa mengangkut pengunjung sampai ke tujuan di puncak. Gerobak ini didorong di belakang oleh seseorang dan ditarik dari depan oleh seorang lainnya.
Tulisan ini mudah-mudahan tidak jadi spoiler - supaya teman-teman yang belum nyampe ke sini bisa merasakan dan melihat sendiri apa yang jadi keistimewaan Ijen. Saya mau bercerita sedikit tentang pengalaman saya. Yang di luar dugaan saya adalah banyaknya pengunjung ke tempat ini - walaupun saya tahu persis ini sedang masa liburan. Tapi ya sudah sudah sampai di lokasi - mari lanjutkan sampai tujuan.
Jam 2 dini hari gerbang menuju kawah Ijen dibuka dan para pengunjung beramai-ramai berangkat ke tujuan. Kalau saya bilang ramai memang jalan menuju ke kawah di penuhi pengunjung yang berjalan kaki maupun juga gerobak yang berebut ruang gerak untuk melangkah menuju ke puncak. Perjalanan juga di
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES954 Tentang Upacara Bendera
"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba
Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…
