AES668 Penanda Perjalanan

Hari ini hari yang panjang buat saya dan Lyn. Panjang karena harus duduk berjam-jam di kereta untuk menempuh perjalanan pulang dari bagian Selatan Jerman (tepat di perbatasan dengan Switzerland) kembali ke tempat tinggal kami di propinsi Lower Saxony (Niedersachsen). Kami pulang naik kereta api (Deutsche Bahn) selama lebih dari 12 jam perjalanan dan harus berpindah pindah kereta, seingat saya tujuh atau delapan kali, agar bisa sampai ke tujuan.
Di beberapa titik perhentian, kami bahkan harus berlari lari untuk mengejar keberangkatan kereta berikutnya. Pagi tadi di Karlsruhe, kami sempat ketinggalan kereta juga karena hanya punya jeda waktu 2 menit sejak turun dari kereta yg tiba dan pindah ke kereta lain untuk tujuan berikutnya. Ya bahkan di negara maju seperti Jermanpun, keterlambatan kereta adalah hal yang lazim karena kompleksnya sistem transportasi dan begitu banyaknya kemungkinan kesalahan teknis yang terjadi.

Suasana di stasiun kereta Hamburg
Supaya bisa naik ke kereta yang benar, kita arus menaruh perhatian di mana kereta yang satu berhenti dan dari platform mana kereta berikutnya akan berangkat. Di kota-kota besar, Frankfurt misalnya jalur kereta (gleis) dan platform yang tersedia bisa mencapai angka 25. Stasiunnya besar sekali, jumlah keretanya juga banyak, otomatis ribuan penumpang dan pekerja stasiun lalu lalang di sana. Mengagumkan... sekaligus bisa juga bisa membingungkan buat para penggunanya.
Foto di atas ini yang bergambar angka platform 6 dan 7, penanda inilah yang terus kami perhatikan dan pastikan agar kami tidak melakukan kesalahan selama perjalanan. Di sisi lain, penanda inilah yang senantiasa berubah dari perjalanan ke perjalanan di berbagai stasiun kereta yang harus kami singgahi.
Saya ingin mengaitkan penanda-penanda ini dengan perjalanan kehidupan kita. Manusia mengidamkan kemapanan dan ke serba-pastian, padahal yang ada adalah perubahan dan karenanya selalu menghadirkan ketidak-pastian. Inilah pentingnya kita terus sadar dan memperhatikan tanda-tanda yang hadir dalam kehidupan kita. Penanda yang terus hadir dalam berbagai bentuk dan mengarahkan kita ke perjalanan kehidupan kita yang semestinya.
Nah dua hal inilah yang seringkali ga nyambung. Antara ekspektasi dengan realita yang ada. Jadi ya semoga ditangkap makna tulisan ini - yang saya tuliskan di atas kereta - di penggalan terakhir perjalanan kami hari ini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.
Kereta Metronom RE2, Gottingen - Hanover
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES834 Menyapa Pagi di Tahura
Ibarat tahu bulat, dadakan saya, kak Lyn dan kakak ipar saya pagi tadi bersepakat untuk olah raga pagi di Tahura. Berangkat dari rumah pukul tujuhan, setiba di Tahura parkiran bawah di sebelah kiri dan kanan sudah padat. Lanjut ke parkiran atas, masih cukup kosong. Sepertinya tidak banyak yang tahu…

AES148 Being in Nature
Setelah berada di ruang DikLat selama berhari-hari dari pagi hingga petang, hari ini saya berkesempatan untuk 'kabur' dan masuk ke suasana yang sama sekali berbeda. Pagi-pagi saya berangkat ke Ciwidey Gambung dan di sana menyempatkan diri pergi ke satu area yang bersebelahan dengan hutan lindung di…

AES175 Yogyakarta (Bagian 1)
Halo teman-teman yang budiman, sebelum bercerita lebih jauh izinkan saya mengucapkan selamat tahun baru 2026. Semoga tahun ini lebih ramah, lebih waras, dan memberi kita cukup alasan untuk berjalan pelan tanpa harus merasa tertinggal. Tanggal 28 Desember, pagi-pagi sekali kami sudah mengarah ke Mal…

