AtomicEssay

AES670 Memahami Generasi Muda

Andy Sutiosopenulis arsip2

Saat ini kita dihadapkan dengan banyak pertanyaan tentang generasi muda, tentang anak-anak kita sendiri. Generasi yang saat ini banyak disoroti adalah Gen-Z. Sementara abjad sudah sampai di ujung, sebetulnya generasi termuda yang sudah masuk usia sekolah sudah mendapatkan label baru sebagai Gen Alpha. Saya sendiri belum menelaah dari mana label-label itu muncul, apa tujuannya? Apakah ada keuntungan tersendiri dari hal tersebut? 

Di sisi lain, sebagai pendidik, guru dan orangtua perlu cukup memahami hal tersebut. Perubahan mendasar apa yang terjadi dalam diri peserta didik dan apa yang perlu dilakukan, perubahan apa yang juga perlu dilakukan di dalam ekosistem pendidikan untuk menumbuh kembangkan manusia-manusia muda ini sebagai manusia dewasa yang tumbuh seutuhnya. Saya sendiri berpandangan, apapun label yang diberikan, apapun nama generasinya, tujuan pendidikan adalah membangun manusia dewasa seutuhnya yang menemukan dan mengenal diri sebaik-baiknya, agar bisa mendapatkan tempatnya, perannya di dalam masyarakat. Sadar Diri, Sadar Lingkungan dan Sadar Tujuan. Itu yang sangat mendasar. Tidak lebih dan tidak kurang. 

Beberapa hari lalu, di feed youtube saya muncul video di bawah ini. Simon Sinek yang sedang diwawancarai oleh host Impact Theory - salah satu kanal yang saya ikuti. Penjelasan ini adalah salah satu penjelasan yang masuk akal dan seharusnya bisa ditelusuri lebih lanjut apa yang bisa jadi solusinya. Generasi Z menjadi demikian karena faktor-faktor dari luar, karena perkembangan peradaban. Tidak ada yang salah dari mereka. Mereka begitu karena lingkungan luar - kehidupan mereka membuat mereka seperti demikian. Saat kita menyadarinya dan bisa mengubah faktor-faktor eksternal yang mereka dapatkan sejak kecil, saya punya keyakinan, mereka bisa menjadi manusia-manusia dewasa yang berkembang dan berperan di masyarakat seperti yang kita harapkan. Video ini saya tempatkan di bawah ini - sebagai bagian dari esai saya hari ini. 

Semoga video ini bermanfaat. Dan semoga juga kita bisa semakin paham tentang anak-anak kita dan mampu memfasilitasi mereka berkembang lebih baik. Salam. 

Photo by George Dolgikh: https://www.pexels.com/photo/woman-sitting-next-to-table-and-right-hand-on-ear-1326946/

Komentar (1)

PPia Gabriella
Bagus kak video nya, semua generasi punya kelebihannya masing-masing dan baiknya di tambahkan rasa empati.

Memotong ke bagian uncomfortable conversation, saya jadi ingat di SD5 ini kakak guru membuat anak-anak membuat surat pada teman, yang tentu saja bukan teman dekat tapi teman yang dirasa perlu disampaikan perasaan tidak nyaman. Saya baca 2 surat dan isinya luar biasa, kakak guru bisa membimbing anak-anak dan anak-anak kita ini ternyata lebih baik dalam mengekspresikan ketidaknyamanan nya dari pada saya sendiri. ((Bravo!)) Momen itu benar-benar jadi ajang latihan dan belajar untuk 2 generasi sekaligus

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES954 Tentang Upacara Bendera

"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba

Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…

Andy Sutioso00