AES687 Now is Now

Saya mau merangkai tulisan ini dengan tulisan berikutnya mengenai New Earth, berangkat dari salah satu tokoh yang menulis dua buah buku yang sudah saya miliki sejak belasan tahun lalu. Namanya Eckhart Tolle. Dia menulis beberapa judul buku, berjudul The Power of Now, kemudian buku berikutnya yang saya baca adalah The New Earth. Kedua buku ini saat ini jadi koleksi saya buku. Jauh dari bayangan saya bahwa hari ini saya akan menulis tentang ini, merangkai apa yang beliau tuliskan dalam buku-buku ini berpijak dari pengalaman nyata hari-hari ini.
Judul tulisan ini, Now is Now terinspirasi dari filem Perfect Days yang disutradarai Wim Wenders. Filem yang pemeran utamanya, Koji Yokusho memenangkan penghargaan pemeran terbaik di Festival Filem Cannes tahun 2023. Peran yang sangat sederhana, sangat humble, tapi menjadi salah satu filem terbaik di tahun silam. Silakan google saja judul filemnya, sangat banyak yang mengulas tentang filem ini. Filem yang justru karena kesederhanaannya menjadi kekuatan terbesar dari filem ini. So simple yet so powerful. Setidaknya itu yang saya alami saat saya menonton filem ini. Baru saja Sabtu lalu saya bisa menonton filem ini secara utuh.
Dari filem ini saya jadi menuliskan tiga esai di Ririungan ini. Ini tulisan yang ketiga terinspirasi dari filem Perfect Days, lalu tulisan sebelumnya berjudul Komorebi, kemudian tulisan pertama yang judulnya Mushin, Ikhtiar Memahami Mindfulness.


Di atas ini adalah dua gambar yang saya rekam dari salah satu scene yang buat saya sangat mendalam maknanya, sangat sederhana, tapi sangat mendalam. Dialog antara Hirayama-san dengan keponakannya Niko. Berkesadaran adalah sesederhana menempatkan kehadiran kita - pada tempatnya, sekarang ya sekarang, kemudian ya kemudian... Adegan ini segera mengingatkan saya pada buku The Power of Now yang dituliskan oleh Eckhart Tolle.
Dan menurut saya sesederhana inilah esensi dari mindfulness, (yang mungkin terjemahan bahasa Indonesianya adalah berkesadaran). Di mana kita perlu terus belajar dan berlatih menempatkan kesadaran kita pada momen saat ini, sekarang, in the moment, in the now... Di dalam praksis itulah kita bisa masuk dalam situasi diri yang mindful, yang berkesadaran - dan di sanalah kita akan menjumpai kekuatan saat ini. Di sanalah The Power of Now menemukan maknanya yang terdalam.
Photo by Samer Daboul: https://www.pexels.com/photo/person-holding-hour-glass-1209999/
Komentar (1)
https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/5626/aes585-pendulum-kebahagiaan Jadi teringat pernah menulis tentang ini juga...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES930 DeepTalk Kakak-kakak Smipa
Tidak ada peristiwa kebetulan... Di dalam rangkaian momen yang terus bergantian hadir, peristiwa tertentu akan menghadirkan sesuatu yang memantik perasaan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu direspons. Sudah lama saya berusaha menjalani hari-hari dalam kesadaran ini (mudah-mudahan hal ini bisa…

AES906 Hidup Berkesadaran itu Sederhana
Memilih kata yang berbeda dari Spiritualitas yang cenderung 'jauh', 'berat' atau kelewat serius, saya mengambil pilihan kata Hidup Berkesadaran untuk tulisan yang ini. Tulisan sebelumnya adalah memang berjudul Spiritualitas itu Sederhana dan bisa dibaca di sini. Satu lagi yang dekat adalah tulisan…

AES904 Bukan Kesimpulan
Ini hanya catatan kecil saja dari proses belajar kakak-kakak dan persiapan pembelajaran semester 2. Hari ini saya diberi kesempatan menggenapi proses pembekalan yang sempat di gulirkan di TP21. Di minggu perencanaan awal semester kemudian di pembekalan yang kami laksanakan di Lembang. Waktunya sing…
