AES73 swietenia macrophylla

Bentuknya yang khas membuat langkah terhenti dan tangan tergerak untuk memungutnya. Biji dari pohon Mahoni. Semakin diamati semakin terlihat keindahannya. Inti bijinya berbentuk bulat pilih, di satu sisi memanjang membentuk bilah tipis serupa sayap capung. Warnanya coklat hangat, teksturnya halus. Di antara serakan daun-daun dan biji-biji tersebut, terlihat pula pecahan kulit buah yang telah mengering. Lucu pula melihat buah yang masih berada pada tangkai pohon. Alih-alih menggantung ke bawah, biasanya buah Mahoni mengarah ke atas, seperti menunjuk langit, sehingga disebut Sky Fruit.
Mencoba melempar beberapa keping biji yang terkumpul. Masih merasa takjub dan senang melihat bagaimana dia berputar seperti baling-baling. Terlintas bayangan anak-anak ketika bermain dengannya. Wajah-wajah antusias, ekspresi ingin tahu, saat bilah itu turun dari ketinggian sambil berputar. Berlarian mengejar biji yang sedang turun berputar-putar, berusaha melontar setinggi-tingginya, mencari keping lain yang putarannya lebih bagus.. lagi, lagi, dan lagi.. tak puas-puas.
Unik dan menarik sekali memang biji Mahoni ini. Bisa jadi permainan yang meski sangat sederhana, tapi menyenangkan dan membangun untuk anak. Tak sekadar untuk bermain, Mahoni juga dikenal karena punya banyak manfaat. Bila biji tersebut dikupas, terlihat daging biji berwarna putih. Konon rasanya sangat pahit. Namun di balik rasa pahit itu, berbagai kandungan senyawa pada biji Mahoni berkhasiat dan banyak digunakan sebagai obat herbal untuk bermacam masalah kesehatan.
Pohon Mahoni juga dapat mengurangi polusi udara sekitar 50% – 70% sehingga disebut sebagai pohon pelindung sekaligus sebagai penyaring udara dan penangkap air. Karena termasuk jenis pohon dengan kayu besar, kayu Mahoni pun banyak dimanfaatkan untuk interior, furnitur, alat musik ataupun peralatan lain.
"There's nothing man can imagine that nature hasn't already created a zillion times better." - Stewart Stafford
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES60 Hutan
Setiap kali jalan-jalan ke hutan, saya senang sekali memerhatikan serat-serat tanaman, serat-serat kayu, ataupun pola-pola semesta lain yang super cantik. Masing-masing pola punya ciri tersendiri, seolah serupa tapi tak pernah ada yang sama. Hutan selalu menjadi tempat untuk saya belajar banyak, mu…

AES170 Hari H ke-2
Hari kedua Festival Literasi diawali dengan membaca bersama semua jenjang, Jabawaskita. Dihiasi gerimis yang datang dan pergi sejak pagi, lapang rumput dan teater tidak dapat digunakan. Demikian pula longpus yang sedang digunakan untuk bursa. Jadilah seluruh penjuru pendopo dan selasar depan kelas…

AES169 Hari H
Saat bangun pagi ini, aku memandang langit yang putih merata, sambil terus berharap cuaca cerah, paling tidak untuk pagi ini saja.. Memang matahari tidak tampak bersinar cerah, bahkan hujan gerimis menemani saat aku bersiap dan di jalan menuju sekolah. Masih berdoa supaya cuaca baik-baik saja ketik…

