AES731 Jati Diri Sunda

Di samping berbagai dinamika politik di bawah kepemimpinan presiden baru pak Prabowo, ada satu yang menarik bagi saya yaitu tentang dibentuknya Kementrian Kebudayaan. Hal ini juga sempat jadi perbincangan kami bersama kang Aat di pertemuan pengurus Yayasan Pendidikan Semi Palar. Walaupun saya belum pernah sempat mendalami, saya pernah mendengar beberapa kali bahwa Indonesia sudah punya Undang-undang Pemajuan Kebudayaan.
Sebagai warga yang tinggal di tatar Sunda, walaupun usia saya sudah lebih dari lima dasawarsa, pemahaman tentang budaya Sunda masih sangat minim. Saya sendiri merasa saya punya minat besar pada kebudayaan. Dengan alasan sederhana bahwa manusia yang utuh - holistik adalah manusia yang berbudaya, beradab.
Dalam konteks keSundaan, apabila kita kaitkan dengan pengenalan diri (Sadar Diri) atau setidaknya dalam konteks atau ranah di mana kita tinggal (Sadar Diri), hal ini jadi penting juga. Lagi pula dalam konteks peradaban saat ini di mana serba semakin menjauh dan meluas, karena akses informasi teknologi yang begitu dekat dan mendekatkan diri pada berbagai hal yang berjarak, dua persoalan di atas kemudian menjadi sangat penting.
Sabtu ini mengisi waktu luang, saya menjumpai sebuah video Youtube, yang bicara tentang Jati Diri Sunda. Pembicaranya adalah Ki Jatnika Nanggamiharja. Saya lihat sekilas, ternyata paparan beliau sangat-sangat menarik. Apalagi tentang pencak - yang ternyata asal katanya dari panca. Dan panca ini terdiri dari lima butir kekuatan diri yang kalau dijabarkan sangat dekat dengan 5 aspek holistik di Konsep Pendidikan Semi Palar. Menarik banget. Paparan ki Jatnika dipandu oleh Fadli Zon yang di kepemimpinan Prabowo menjadi Menteri Kebudayaan. Saya kira bang Fadli ini lebih cocok di sini dibandingkan jadi politisi. Saya suka bingung dengan pemikiran-pemikiran dia. Saya lihat juga Fadli Zon sangat hormat dan mengapresiasi Ki Jatnika. Banyak juga konten kanal beliau yang diisi oleh ki Jatnika. Jadi ya mudah-mudahan seperti halnya saya alami sendiri melalui video ini, konten-konten seperti ini membawa banyak kebermanfaatan untuk terus menjaga jati diri bangsa - salah satunya lewat memahami lebih utuh, apa dan bagaimana itu Jati Diri Sunda.
Di usianya yang sudah sepuh, Ki Jatnika memorinya sangat tajam dan saya lihat di luar penampilannya, beliau masih sangat sehat - karena beliau juga mendalami silat yang sepertinya menjaga kebugaran badannya. Makin ke sini, sosok-sosok sesepuh bangsa yang masih menggenggam kearifan budaya Indonesia semakin langka. Semoga ki Jatnika diberi anugerah kesehatan dan bisa terus mendidik kita semua manusia Indonesia tentang jati diri kita yang sejati. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES952 Lagi tentang Udunan
Entah kenapa kata Udunan ini sedang kerap sekali muncul dalam pikiranku, akhir-akhir ini. Dan ya siang tadi sempat berbincang dengan beberapa rekan tentang Udunan ini. Semakin didalami, konsep Udunan ini semakin memikat hati. Lebih jauh, Udunan ini sepertinya bisa jadi salah satu kata kunci tentang…

AES736 Kalian Penuh Kejutan!
Belum lama menulis tentang Memaknai Pertunjukan, berpijak dari pengalaman menyaksikan penampilan teman² SD Kecil dalam kesempatan Babarengan Semi Palar di minggu lalu. Hari Kamis lalu, pendopo Semi Palar kembali dihidupi sebuah pertunjukan yang dibawakan oleh teman-teman KPB K-10. Tajuknya Jas Mera…

AES735 Requiescat In Pace pak Sutardi
Kemarin berita duka masuk ke hape saya. Kepergian seorang guru, kepala sekolah saya sewaktu di SMP dulu. Pak Sutardi namanya. Salah seorang guru yang membawa kesan sangat mendalam bagi saya. Kalau dipikirkan lagi beliau yang membuka kesukaan saya terhadap dunia keseni-rupaan. Karena beliau memang m…

