AtomicEssay

AES765 Berpikir atau Jangan Berpikir

Andy Sutiosopenulis arsip2

OK. Saya sedang banyak memikirkan tentang ini. Topik yang sangat menarik dan banyak menimbulkan pertanyaan. Ini tandanya pikiran saya sedang bekerja mengolah soal ini. Kalau sering dengar cak Lontong, kata-kata yang sering beliau ucapkan adalah :" Makanya, mikirr!" sambil menempelkan telunjuk ke kepala... 

Di masyarakat kita dalam kehidupan sehari-hari, kita sering juga berhadapan dengan situasi di mana banyak orang yang seenaknya aja, atau seperti ga mikir saat melakukan sesuatu. Ga jarang kita mendengar umpatan "Dasar ga pake otak!". Mungkin juga mikir sih ya tapi hanya memikirkan diri sendiri. 

Belakangan berita-berita ttg karut marut pengelolaan negara kita begitu banyak kita dapatkan. Mengerikan. Ini yang dirujuk oleh @sanya dalam tulisannya yang bertajuk Pengkhianatan. Orang-orang ini saya yakin berpikir. Sangat berpikir untuk menyembunyikan hal-hal buruk yang mereka lakukan. Korupsi triliunan rupiah bisa ditutupi dengan sangat rapi. Bertahun-tahun saat ada yang berani membongkar baru ketahuan. Mengerikan. 

Kembali ke judul tulisan di atas. Pertanyaannya esensialnya adalah di mana ranahnya berpikir dan tidak berpikir. 

Di ranah spiritualitas sejauh saya ikuti para tokoh bilang "You are not your thoughts" seakan pikiran manusia itu tidak penting. Meditasi Isha Kriya yang sering saya lakukan melibatkan pengucapan berulang-ulang kalimat "Saya bukan badan, saya juga bukan pikiran"... Latihan yang terus melapisi kesadaran kita bahwa saya yang sejati, the true self adalah bukan badan dan juga bukan pikiran kita. 

Rasanya kita perlu kembali ke hakikat manusia sebagai makhluk spiritual. Ini yang perlu disadari betul. We are human being. Satu-satunya makhluk yang diberi kemampuan untuk secara sadar masuk ke dalam ranah being. 

Pikiran manusia, kerja pikir, olah pikir erat kaitannya dengan bagaimana manusia menjalankan dan menjaga kelangsungan hidupnya. Perlu diingat manusia juga masih punya otak reptil dan amygdala, yang ada untuk kebutuhan bertahan hidup, memicu fight or flight mode saat dibutuhkan. 

Di sini letak persoalannya. Manusia sangat mudah terjebak di sini. Kecerdasannya tinggi tapi manusia sangat sulit mengalihkan kerja pikirannya dari otak reptil ke otak depan ke prefrontal cortex. Bagian otak yang lebih canggih yang sebetulnya jadi pendorong berbagai kemajuan peradaban manusia dan ruang di mana human being berpotensi bersentuhan dengan ranah kesadarannya. Saya yakin pemahaman manusia tentang kesadaran dan lain sebagainya juga bersumber dari sini. 

Bersambung ke bagian 2

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES633 Raising Above Thoughts

Setelah banyak menghabiskan waktu mengikuti banyak video youtube terkait Pemilu dan berbagai kekacauan yang terjadi, saya mulai berpindah lagi ke konten-konten yang membantu saya merasa lebih positif dan lebih aware. Ya begitulah, pikiran manusia memang lemah dan mudah sekali terbawa ke hal-hal yan…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES 710 Refleksi 5: Pikiran

Pulang kerja saya menjemput Nina di dokter gigi sesudah itu kami memutuskan mampir di kedai yang namanya rush bowl yang menu utama mereka adalah granola bowl. Ini makanan sehat yang isinya granola, buah-buahan, frezen yogurt dan sebagainya. Saya kali ini memesan PB & J, yaitu frozen yogurt, pis…

joefelus20
AtomicEssay

AES082 Otak Tengah

Aku mulai dapat memperhatikan tahap-tahap pergerakan proses pertumbuhanku saat aku mengamati siklus bulan dari waktu ke waktu. Dari sana aku makin menyadari besarnya pengaruh pergerakan semesta ini terhadap gerak kehidupan manusia. Arus hidup, jarang sekali terdengar kedua kata ini berpasangan, aku…

yulitjahyadi20