AES768 Kesederhanaan

Sudah lama saya ingin menuliskan tentang ini. Kata ini muncul dari beberapa obrolan dengan calon orangtua murid juga beberapa rekan orangtua yang sudah jadi bagian dari Rumah Belajar Semi Palar. Kata ini muncul sebagai jawaban atas pertanyaan kenapa Rumah Belajar Semi Palar jadi pilihan wadah pendidikan bagi putra-putri mereka.
Di dalam suasana kehidupan yang lebih banyak mendewakan kemewahan atau segala sesuatu yang "harus serba premium', kesederhanaan memang secara sadar kami jadikan nilai yang kami bawa di dalam berbagai proses di Rumah Belajar Semi Palar. Bagi saya menarik bahwa kesederhanaan ini tertangkap oleh beberapa rekan orangtua - yang notabene baru saja mengenal Semi Palar, setidaknya melalui Gelar Griya dan beberapa hari proses trial yang dijalani. Sejak awal kami senang bersentuhan dengan alam, memanfaatkan barang bekas, bepergian pakai kendaraan umum, memperpanjang usia kebermanfaatan barang-barang - melalui berbagai kegiatan seperti Situbucang, Pasar Seken dan lain sebagainya... Hal-hal seperti itulah yang dilakukan agar salah satu nilai yang kami anggap penting di Semi Palar bisa kita hidupi bersama-sama.
Apa alasannya? Alasannya sesederhana jawabannya, karena bahagia itu sederhana. Saat seluruh warga Semi Palar, bisa menemukan kebahagiaan hal-hal yang sederhana di dalam berbagai dinamika kehidupannya, ini sesuatu yang luar biasa bukan? Kembali, ini bukan sekedar jargon atau kata-kata manis belaka, tapi karena ini perlu dihayati betul oleh anak-anak kita di dalam berbagai prosesnya sekarang dan nanti di kehidupannya kelak. Kita banyak melihat anggota masyarakat yang mengejar kebahagiaan melalui kebendaan semata. Hal yang dengan mudah kita lihat di sosial media. Seakan-akan hal-hal material inilah yang menjadi jawaban atas kebahagiaan manusia. Hal ini sudah sangat membius manusia modern. Semi Palar mengajak anak-anak menemukan kebahagiaan di dalam hal-hal yang paling bersahaja. Kadang sesederhana berbaring di lapangan rumput dan mengamati awan putih berarak dilatari langit biru. Betapa kita bisa bersyukur atas kesempatan Tuhan yang bisa kita lihat dan rasakan di setiap waktu. Begitu saja, sederhana saja...
Rabu kemarin kelompok Sajojo melaksanakan program khususnya. Program spesial - yang sebetulnya juga sederhana saja. Mereka akan berkemah satu malam bersama kakak dan teman-temannya di Semi Palar. Sejak siang mereka hadir di sekolah dan tampak begitu bersemangat mempersiapkan segala sesuatunya. Sorenya saya dan beberapa kakak sempat diajak bermain, diajak menemukan kebahagiaan bersama lewat kebersamaan yang sangat sederhana. Luar biasa. Lalu kamipun pulang membiarkan teman-teman Sajojo menemukan momen bahagia mereka di sepanjang malam...
Sekitar jam 19.30 kak @matheusaribowo mengirimkan foto ke grup WA kakak dengan caption pendek "Sajojo berjingkrak melihat rembulan dan bintang gemintang". Foto dan narasi pendek ini sangat menyentuh dan menggaris bawahi judul tulisan pendek ini. Bahagia itu sederhana, karenanya kesederhanaan bisa jadi kemewahan tersendiri. Semoga kesederhanaan ini bisa kita jaga terus di perjalanan Semi Palar di waktu-waktu mendatang. Terima kasih juga kak @lianisya dan @sukarma sudah mendampingi teman-teman Sajojo menemukan kebahagiaan mereka.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES954 Tentang Upacara Bendera
"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

AES953 Ngertakeun Bumi Lamba
Beberapa waktu lalu, seorang rekan tukar pikiran terkait forum NgoBrAS, @gunawan-muhtar membagikan info tentang kegiatan upacara adat yang akan diselenggarakan. Dari judul kegiatannya saja, upacara adat adalah sesuatu yang sudah sangat langka di jaman sekarang ini. Diselenggarakan di Gunung Tangkub…
